Desa Bontosunggu Fokus Benahi Penanganan Sampah dan Bencana, Siap Jadi Model Desa Digital di Selayar

Desa Bontosunggu Fokus Benahi Penanganan Sampah dan Bencana, Siap Jadi Model Desa Digital di Selayar

Selayar,detikpk- 24 November 2025– Pemerintah Desa Bontosunggu. Kecamatan Bontoharu, Kabupaten Kepulauan Selayar terus melakukan pembenahan dalam pelayanan publik dan tata kelola desa. Salah satu perhatian utama adalah persoalan penanganan sampah di wilayah pesisir yang selama ini kerap terdampak pasang surut air laut.

Kepala Desa Bontosunggu, Andi Patmahwati, SE menjelaskan bahwa sampah menjadi persoalan serius karena setiap kali air laut pasang, sampah ikut terbawa masuk ke pemukiman dan tertinggal ketika air surut.

“Ini daerah pesisir, jadi sangat dipengaruhi pasang surut. Ketika air pasang, sampah ikut masuk, dan ketika surut sampah tertinggal. Pemerintah Desa sudah menyiapkan fasilitas seperti kontainer dan motor sampah, tapi tetap dibutuhkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan,” ujarnya.

Menurutnya, dalam setiap proses perencanaan program, pemerintah desa melibatkan seluruh unsur masyarakat mulai dari tingkat dusun. Usulan kemudian disaring berdasarkan kewenangan desa, kabupaten, provinsi hingga pusat.

Sejak ditetapkan sebagai Desa Digital pada 1 September 2022 oleh Bupati Selayar Basli Ali, Desa Bontosunggu terus berbenah menuju transformasi layanan digital.

“Kami menyediakan layanan mandiri agar masyarakat bisa mengurus persuratan secara online, termasuk warga yang sedang berada di luar Selayar. Namun kami masih terus butuh bantuan banyak pihak karena ini tahap awal menuju digitalisasi penuh,” jelas Kades Patmahwati.

Bontosungguh juga tercatat pernah meraih predikat Menuju Informatif pada ajang Keterbukaan Informasi Publik 2022 dan kembali mengikuti penilaian pada tahun 2025, dengan hasil yang masih menunggu pengumuman.

Dalam gelar pengawasan Daerah kabupaten, Desa Bontosunggu berhasil meraih peringkat pertama untuk persentase realisasi tindak lanjut tertinggi.

“Alhamdulillah tidak ada temuan untuk Desa Bontosunggu. Kami juga dipercaya mewakili Kabupaten Selayar pada lomba Desa Anti Korupsi tingkat provinsi,” ungkapnya.

Sebagai desa pesisir, potensi terbesar Bontosungguh berada di sektor perikanan. Saat ini terdapat sekitar 61 unit bagang dan lebih dari 200 unit perahu untuk nelayan tradisional, yang menjadi sumber penghidupan mayoritas warga.

Desa Bontosunggu memiliki 584 KK dengan total penduduk 2.002 jiwa yang tersebar di lima dusun. Selain perikanan, sebagian warga di Dusun Galung dan Dusun Bontomanai juga menggantungkan hidup pada sektor pertanian.

Desa Bontosunggu menjadi desa pertama di Selayar yang menyatakan kesiapan penuh untuk pembangunan Koperasi Desa (KopDes) Merah Putih.

“Kami sudah siapkan lahan dan masyarakat juga siap mendukung. Pembangunan saat ini sudah mencapai 13 persen,” kata Patmahwati.

Lokasi pembangunan KopDes berada di area belakang SD Padang, bersebelahan dengan lapangan sepak bola desa.

Untuk meningkatkan akses informasi, Pemerintah Desa Bontosunggu telah membangun tiga situs web resmi:

Website Pemerintah Desa – untuk informasi pelayanan dan kegiatan pemerintahan. bontosunggu.desa.id

Website KIM Prisma (Komunitas Informasi Masyarakat) – media komunikasi dan publikasi desa. bontosunggu.kim.id

Website JDIH Desa – penyedia dokumen hukum seperti SK dan peraturan desa. bontosunggu.jdih.id

“Melalui JDIH, masyarakat bisa mengakses produk hukum kapan saja. Tidak perlu lagi mencari dokumen fisik yang sering hilang atau rusak,” tutur Kades Patmahwati.

Reporter”,(Kul indah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *