Petani Keluhkan Kerusakan Bendung akibat Banjiir Bandang 25 November 2025,Sampai Sekarang Belum di Perbaiki 

Sibabangun –  detikpk.com,  Sumatera Utara .  Lurah Sibangun R.Mulia Lubis, Kunjungi Bendung yang sudah,Ambruk atau saluran irigasi persawahan di Lingkungan Dua Kecamatan Sibabangun, Kelurahan Sibabangun, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatra Utara (SUMUT), rusak total akibat banjir bandang pada Selasa (25/11/2025) lalu.

Hingga kini, sudah menjelang lima bulan pascabanjir bandang, warga khususnya petani di daerah tersebut tidak bisa lagi bertani.

Selama ini, bendung tersebut berfungsi sebagai untuk meninggikan air di muka sungai sampai ketinggian yang diperlukan, agar air mengalir ke saluran irigasi dan petak sawah.

Namun, saat ini bendung tersebut satu-satunya harapan petani sekarang sudah hancur dan tidak bisa lagi digunakan warga untuk menanam padi.

Akibat Kerusakan bendungan tersebut berdampak langsung terhadap ratusan hektar sawah yang ada di lingkungan dua kelurahan sibabangun.

Karena air yang ada di saluran induk akan diteruskan untuk kebutuhan irigasi persawahan warga di Kelurahan Sibabangun,tidak bisa dipergunakan lagi.

“Sekarang bendungan tersebut sudah hancur, sampai sekarang sudah tidak berfungsi bendungan tersebut,sampai sekarang warga tidak bisa lagi bertani,” ungkap petani,Senin (17/4/2026).

Menurut beberapa petani, selain bendung yang ambruk sekitar 200 hektare sawah di lingkungan dua ini sudah menjadi kekeringan akibat air tidak bisa masuk kepersawahan warga,akibat bendungan yang sudah di hantam banjir bandang di tahun 2025 lalu.

“Sawah sudah kekeringan, 200 hektare sawah beberapa masyarakat tidak dapat bertani lagi,petani banyak gagal untuk bertani kembali,” bebernya.

Hingga saat ini pemerintah kabupaten belum pernah melihat kondisi persawahan dan bendung yang ambruk tersebut.

Seharusnya, ini menjadi perhatian serius oleh pemerintah kabupaten sebab ini berbicara soal nasib petani ke depanya.

“Kita mau makan apa kalau kita ini petani tidak jadi perhatian, harusnya ini bisa segara di atasi,” tandasnya.

Masyarakat berharap, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah, beregerak cepat menangani permasalahan petani yang ada di kecamatan Sibabangun,Kelurahan Sibabangun Lingkungan Dua.
*Ranto Lumban Gaol*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *