Pendamping Desa Digital Kominfo Selayar: Transformasi Pelayanan Publik Berjalan, Tantangan Infrastruktur Masih Menghambat

Pendamping Desa Digital Kominfo Selayar: Transformasi Pelayanan Publik Berjalan, Tantangan Infrastruktur Masih Menghambat

Selayar, detikpk-24 November 2025 — Upaya digitalisasi desa di Kabupaten Kepulauan Selayar terus menunjukkan perkembangan positif, meskipun masih menghadapi sejumlah tantangan. Hal ini diungkapkan oleh salah satu fungsional Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian (Diskominfo SP) Selayar yang bertugas sebagai pendamping Desa Digital dan pendamping Komunitas Informasi Masyarakat (KIM) di beberapa desa.

Pendamping tersebut mengungkapkan bahwa dirinya telah mendampingi Desa Bontosunggu sejak Oktober 2022, bertepatan dengan persiapan desa tersebut menuju kompetisi desa tingkat kabupaten dan provinsi. Selain itu, ia juga mendampingi KIM di Desa Bontobengko, yang menjadi salah satu desa pelopor layanan informasi publik mandiri di Selayar.

Komunitas Informasi Masyarakat (KIM) merupakan program nasional yang menjadi nomenklatur resmi Diskominfo. Idealnya, KIM hadir di semua desa dan kelurahan di Indonesia. Namun karena keterbatasan SDM dan anggaran, pelaksanaan di Selayar baru berjalan di beberapa wilayah.

“Dari total 81 desa dan 7 kelurahan, baru beberapa desa yang sudah resmi membentuk KIM dan memiliki tim lengkap. Ada desa-desa lain yang siap, tetapi belum bisa mendapatkan pendampingan penuh karena keterbatasan jaringan, sarana digital, dan perangkat pendukung lainnya,” jelasnya.

Salah satu desa di wilayah puncak, Desa Bontomarannu bahkan sudah membentuk KIM, namun belum dapat dimaksimalkan karena sarpras belum memadai.

Transformasi digital di desa dilakukan dengan menggabungkan metode pelayanan publik konvensional dengan teknologi digital yang mempermudah proses administrasi warga.

“Dulu kita menggunakan metode manual, sekarang kita kolaborasikan dengan teknologi. Tujuannya mempercepat pelayanan dan memangkas birokrasi,” ujarnya.

Di Desa Bontosunggu, sejumlah layanan kini dapat diakses melalui:

Website Desa, yang menyediakan layanan permohonan surat secara online.

Aplikasi Android, yang memungkinkan warga meminta surat keterangan, pengantar, dan layanan administrasi lain tanpa harus datang ke kantor desa.

Upaya ini membuat pelayanan lebih cepat dan efisien, terutama bagi warga yang sedang berada di luar daerah.

Pendamping Kominfo tersebut menekankan bahwa pembangunan desa digital bukan hanya soal anggaran, tetapi juga melibatkan faktor sosial, ekonomi, dan kesiapan SDM di tingkat desa.

“Membangun ini tidak gampang. Semua pihak harus terlibat. Program digital tidak akan berjalan tanpa kesadaran, kemampuan, dan komitmen bersama,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa masih ada desa yang belum dapat menerapkan sistem digital karena keterbatasan jaringan dan peralatan.

Sebagai pendamping, ia berharap agar program digitalisasi desa di Selayar tetap dijaga dan dilanjutkan meskipun terjadi pergantian pemerintahan.

“Kita sudah sampai di titik ini dengan usaha besar. Harapan saya, baik pemerintah saat ini maupun yang akan datang tetap menjaga dan melanjutkan apa yang sudah dibangun. Tujuan akhirnya adalah pelayanan publik yang lebih cepat, mudah, dan transparan,” ujarnya.

Reporter(Kul indah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *