Minim Penggunaan APD, Proyek Dinas SDA BMBK Kota Medan Senilai Rp 4,7 Miliar Disorot

Medan 22 Juli 2025 Media detikpk. com – Proyek drainase di Jalan Setia Budi Kelurahan Helvetia Timur Kota Medan menuai sorotan. Pasalnya, proyek bernilai dari Rp 4,7 miliar lebih itu dinilai minim penerapan standar keselamatan kerja, khususnya penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) bagi para pekerja.

Proyek dengan nomor kontrak 005/$P/29.2/ APBD/ 2025 tersebut bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja daerah (APBD) Tahun Anggaran 2025, dengan nilai kontrak sebesar Rp 4.719.818.200. Pelaksana Proyek dimenangkan oleh PT SUKSES BETON KSO

Namun, berdasarkan pantauan team investigasi Media di lokasi Senin ( 21/ 07/ 2025 ) pekerjaan yang berada di Jalan Setia Budi Kelurahan Helvetia Timur , Kota Medan, sejumlah pekerja tampak melakukan aktivitas pekerja an drainase tanpa mengenakan APD seperti helm, rompi keselamatan, atau sepatu pelindung.

Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran akan potensi kecelakaan kerja serta dugaan kelalaian dalam pengawasan oleh instansi terkait.

Padahal, APD merupakan standar wajib dalam setiap proyek konstruksi, apalagi yang dananya berasal dari negara. Ini menyangkut keselamatan para pekerja.

Pekerjaan tersebut, wajib menerapkan prinsip K3 sesuai dengan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Nomor 21 Tahun 2019 tentang Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi (SMKK). Pelanggaran terhadap ketentuan ini berpotensi membahayakan pekerja.

Pihak terkait yaitu dari dinas SDA BMBK Kota Medan diharapkan segera melakukan evaluasi dan memastikan seluruh pekerja dilengkapi dengan APD serta mengedepankan aspek keselamatan sesuai regulasi yang berlaku.

Dugaan kelalaian pengawasan ini diharapkan menjadi perhatian serius, mengingat pentingnya penerapan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) dalam setiap kegiatan konstruksi, demi menjamin keamanan para pekerja dan kelancaran proyek.

Hinga berita ini di terbitkan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dari dinas SDA BMBK Kota Medan di hubungi awak media untuk konfirmasi minimnya pengunaan APD, belum memberikan respon begitu juga dengan pelaksanaan proyek tersebut.

 

 

( Sufri Hidayat SH )
Kaporwil sumut

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *