Sumatra Utara 20 September 2025 Media detikpk.com – Dugaan praktik pengurasan dana desa kembali mencuat di Kota Gunung Sitoli Nias. Kali ini, modus yang digunakan adalah kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) ke Medan dengan tema “Peningkatan Kapasitas Aparatur Pemerintahan Desa beserta BPD Se Gunung Sitoli nias menggunakan Dana Desa ( Dana desa ) .
Berdasarkan informasi yang dihimpun media dari sumber terpercaya dan sejumlah perangkat desa , kegiatan tersebut diinisiasi oleh pihak ketiga bernama AKSARA WIGUNA MANDIRI. Yang legalitas Kelembagaan nya dipertanyakan, tidak jelas apakah memiliki sertivikasi Lembaga Kursus Pelatihan (LKP) dan apakah memiliki narasumber yang berkopetensi? Sehingga kegiatan tersebut benar-benar bermanfaat. Sabtu 20/09/2025.
Kegiatan tersebut dilaksanakan pada 18 sampai dengan 20 September 2025 di Hotel Grand Kanaya di jalan Darussalam Medan-Sumatera Utara.
Setiap desa diwajibkan mengirim peserta berapa BPD sebagai peserta, masing-masing peserta dikenakan biaya jutaan rupiah, sehingga total biaya yang dibebankan mencapai sekitar puluhan juta per desa. Dengan jumlah 90 desa di Kota Gunung Sitoli, total dana yang dikeluarkan ditaksir mencapai Ratusan juta yang di raup pelaksana bimtek untuk keuntungan pribadi.
Sejumlah perangkat desa yang ditemui wartawan pada Kamis, 18 September 2025 mengakui, adanya kegiatan tersebut kami seperti di paksa untuk menghadiri acara Bimtek di Kota Medan, ujar sejumlah perangkat Desa kepada media ini.
kegiatan ini juga melibatkan pihak Pejabat Pemko Gunung Sitoli Nias, ungkap salah seorang perangkat desa yang enggan disebutkan namanya.
Kegiatan ini menuai sorotan lantaran besarnya dana yang harus dikeluarkan, serta minimnya transparansi terkait panitia bimtek ini sebenarnya panitia pelaksana dan bagaimana mekanisme penggunaan anggaran desa untuk kegiatan bimtek di luar daerah.
Surat kegiatan ditandatangani oleh Ketua panitia bimtek Ardi Junaidi.SE, saat di konfirmasi melalui WA memblokir nomor awak media, hingga berita ini diturunkan belum memberikan klarifikasi resmi.
Masyarakat juga mendesak pihak penegak Hukum baik Kejatisu dan Poldasu untuk memeriksa palaksa Bimtek dan kadis PMD Gunung Sitoli hanya menggerogoti dana desa.
Tidak ada mamfaatkan kegitan Bimtek perangkat desa Gunung Sitoli untuk bimtek ke Medan maupun keluar daerah seperti selama ini mereka lakukan ungkap salah seorang Warga Gunung Sitoli kepada Media ini.
Uang rakyat yang digunakan untuk bimtek tidak ada mamfaat nya seherusnya uang tersebut bisa digunakan untuk kepentingan desa bukan untuk jalan jalan Ke kota Medan.
Jangan terus terusan menyengsarakan rakyat Pak Walikota, Gunung Sitoli saat ini sedang krisis anggaran kenapa Bapak Izinkan Anggota BPD se Kabupaten Nias hambur hamburkan uang negara ke medan.
( sufri Hidayat SH )
Kaparwil Sumut

