Tidak Memiliki Plang Proyek, Proyek Pembangunan Dek Penahan/Tanggul Lokasi SLM Negeri Pinangsori

Kecamatan Pinangsori –  detikpk.com , Sumatra Utara  – Proyek Rekonstruksi DEK Penahan/ Tanggul Sungai Aek Prancis ,Sekolah SLB Negeri Pinangsori Kelurahan Albion Prancis ,Kecamatan Pinangsori,Kabupaten Tapanuli Tengah,Pembangunan Tanggul tidak memiliki .Plang Proyek saat dikunjungi awak media,pada hari Senin 20 April 2026.

Berdasarkan hasil tinjauan awak media dilapangan pada Senin (20/05/2026) terlihat galian pondasi bangunan masih cukup dangkal bahkan menurut analisa kami masih di atas permukaan air sungai air prancis, ini dampak dari akibat dikerjakan secara manual sebab menurut hemat kami biasanya bila kondisi medannya keras dan berbatu seperti ini galian pondasinya harus menggunakan alat berat sehingga kedalaman galian untuk pondasi dapat terpenuhi, namun yang kita temui dilapangan tidak terlihat adanya alat berat berupa (exacapator)  dilokasi Proyek, justru yang terpantau galian pondasi dilakukan secara manual.

”Berdasarkan hasil tinjauan dilapangan banyak ditemukan kejanggalan dalam pengerjaan proyek ini, dan ketika kita coba klarifikasi terhadap para pekerja tidak ada yang bersedia memberikan keterangan karena takut dimarahi pemborongnya,juga sudah beberapa kali kita untuk konfirmasi kepala sekolah,selalu kepala sekolah tidak ada di kantor,” Ungkap salah seorang guru.Guna menindak lanjuti hasil tinjauan awak media dilapangan beberapa hari yang lalu Selasa 14 April 2026.Samapai sekarang tidak bisa konfirmasi hingga berita kita terbitkan.

“Samapai sekarang plang proyek tidak ada terpasang. Rencana Anggaran Biaya (RAB) Proyek Rekonstruksi DEK Penahan/Tanggul Sungai Aek Prancis.Diduga pengerjaan proyek tersebut tidak sesuai dengan (RAB).Contohnya galian pondasi yang kurang dalam sebab dikerjakan secara manual, pemakaian material lokal yang tidak memiliki izin galian C, ditemukannya pasir pada pemasangan pondasi dek tersebut, pemasangan batu-batu pada pondasi proyek, dengan pasir , diduga campuran semen sangat minim tidak sesuai bestek, dasar galian pondasi kita duga masih rata dengan permukaan air sungai, bahkan pada penelusuran awak media.MajalahCeo.id kami dan masih banyak kejanggalan lain dalam pengerjaan proyek tersebut.

Dan ketika awak media ini meninjau langsung ke lokasi proyek 20/04/2026, awak media mendapatkan informasi dari masyarakat setempat bahwa pengawas ataupun konsultan proyek jarang kemari ungkap salah satu masyarakat setempat, ini lagi bakalan jadi masalah” Ungkap salah satu masyarakat kepada awak media.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *