Medan 7 November 2025 Media detikpk.com – Proyek pembangunan drainase di jalan Setia Budi Kelurahan Helvetia Timur, Kecamatan Medan Helvetia , kini menjadi sorotan tajam warga. Proyek senilai Rp 4.719.818.200 yang dibiayai dari APBD Kota Medan tahun anggaran 2025, diduga kuat tidak dikerjakan sesuai Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan dinilai hanya asal jadi.
Sejumlah warga menyampaikan kekecewaan dan kecurigaan, lantaran hasil pembangunan dinilai sangat jauh dari standar teknis. Dari pengamatan langsung di lokasi, terlihat banyak bergelombang drainase nya tidak rapi kwalitasnya buruk perusahaan jangan hanya memikirkan keuntungan saja, jelas menimbulkan pertanyaan serius tentang komitmen pelaksana terhadap kualitas dan ketahanan.
“Ini bukan hanya soal estetika, tapi menyangkut ketahanan. Proyek belum lama selesai, tapi sudah bergelombang di sana sini muncul retakan di sejumlah titik, bahkan ada bagian yang nyaris ambruk,” ujar seorang warga yang enggan disebutkan namnamanya Kamis (06/11/2025).
Lebih lanjut, warga menyebut bahwa pembangunan pengerjaan sistem drainase yang di kerjaan rekanan dinas SDA BMBK kota Medan yaitu PT.SUKSES BETON tidak transparan
Di pagu anggaran kontrak tidak di cantumkan volume nya Tanpa volume, publik kehilangan haknya untuk melakukan kontrol sosial. Padahal, sesuai UU No. 14/2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik, setiap penggunaan anggaran negara wajib terbuka.
Ketidak jelasan volume bisa menimbulkan dugaan adanya potensi penyimpangan anggaran, mark up, hingga pekerjaan asal jadi.
Kondisi ini memunculkan dugaan bahwa proyek drainase tersebut bukan hanya bermasalah dari sisi teknis, tetapi juga rawan manipulasi administrasi, yang bisa berdampak pada akuntabilitas penggunaan anggaran negara.
Hingga berita ini diturunkan, PLT SDA BMBK Kota Medan saat dikonfirmasi belum memberikan tanggapan begitu juga dengan Pelaksana nya terkait temuan ini. dari pihak dinas SDA BMBK Kota Medan justru mempertegas kekhawatiran warga bahwa ada sesuatu yang disembunyikan dalam pelaksanaan proyek ini.
Diduga Ada “Aroma Korupsi”
Warga mendesak agar inspektorat, ,serta aparat penegak hukum turun langsung ke lokasi dan melakukan audit menyeluruh terhadap proyek drainase tersebut di
“Dana APBD tahun 2025 Kota Medan yang memakai uang rakyat.Jika digunakan sembarangan, tanpa pengawasan, maka wajar kalau kepercayaan publik akan runtuh. Kami minta penegakan hukum, bukan sekadar Seremoniar tegas warga.
( Sufri Hidayat SH )
Kaparwil Sumut


