Rajabasa, detikpk.com — Masyarakat Desa Batu Balak Kec. Rajabasa Kab.Lampung Selatan, “kecewa” sudah beberapa kali pergantian Camat tak kunjung tuntas terkait polemik tapal Batas dengan Desa Totoharjo, janji pemerintah selalu manis di telinga, hambar di hasil. Itulah yang dirasakan warga Desa Batu Balak, Kecamatan Rajabasa sejak Tahun 2020
Sudah dua kali ganti bupati, tiga kali ganti camat, bahkan warna peta batas desa pun sempat berubah dari merah ke biru—namun statusnya tetap sama: tidak jelas alias MJ ! Pemkab Lampung Selatan terlihat piawai menggelar rapat, pandai menyusun alasan, tapi minim aksi nyata di lapangan, celetuk warga dengan penuh harap.
Polemik bermula saat Desa Totoharjo mengklaim sebagian lahan di Way Geregah sebagai wilayahnya. Pemerintah Desa Batu Balak mengaku sudah bolak-balik mengurus ke kecamatan hingga ke Pemkab Lamsel. Hasilnya? Nihil.
Camat Rajabasa, Firdaus, menyebut masalah ini sebagai “PR besar” di masa jabatannya.
“Insya Allah setelah acara 17 Agustus ini, kami akan koordinasi dengan pihak Kabupaten. Sekarang masih sibuk kegiatan Agustusan, semoga ke depan terselesaikan. Kita berdoa saja,” ujarnya, Selasa (12/8/2025).
Sayangnya, warga sudah kenyang mendengar janji dengan kalimat serupa dari pejabat sebelumnya. Bedanya, yang berubah hanyalah siapa yang duduk di kursi Camat, sementara masalahnya tetap saja dibiarkan menggantung.
(Komar Tim,detikpk.com)


