Sinergi 35 Ormas dan Pemerintah Kota Bitung Warnai Kemeriahan Upacara Adat Tulude 2026

Sinergi 35 Ormas dan Pemerintah Kota Bitung Warnai Kemeriahan Upacara Adat Tulude 2026

 

BITUNG,Detikpk.com,, 31 Januari 2026

Semangat keberagaman dan pelestarian budaya terpancar kuat di Kota Bitung. Persatuan Organisasi Lintas Adat, Agama, dan Budaya (POLA) bersama 35 Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) menunjukkan sinergi luar biasa dengan menghadiri Upacara Adat Tulude yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Bitung.
​Kegiatan tahunan yang sakral ini dipusatkan di Lapangan Upacara Kantor Wali Kota Bitung  Jumat 30 januari 2026.

Kemeriahan diawali dengan Parade Tulude yang mengusung tema atraktif: “Marijo Torang Ba Jontra Baris Bergaya”.

Aksi parade dimulai tepat pukul 14.00 WITA, mengambil titik start dari Patung Xaverius Dotulong. Rombongan yang dipimpin langsung oleh Ketua Umum POLA, Puboksa Hutahean, bergerak penuh semangat menuju pusat pemerintahan.
​Setibanya di lokasi, peserta parade disambut langsung dengan penuh kehangatan oleh:

​Hengky Honandar, SE (Wali Kota Bitung)

​Randito Maringka, S.Sos (Wakil Wali Kota Bitung)

​Kehadiran puluhan ormas ini menjadi simbol penghormatan terhadap tradisi leluhur masyarakat Nusa Utara. Pemerintah dan warga Kota Bitung berkomitmen menjaga tradisi ini sebagai warisan budaya tak benda yang sangat berharga.


​Upacara Tulude bukan sekadar seremoni formal, melainkan ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas penyertaan sepanjang tahun 2025, sekaligus doa permohonan keselamatan dan kesejahteraan untuk tahun 2026.

​Ketua Umum POLA, Puboksa Hutahean, yang tampil elegan mengenakan pakaian adat Nusa Utara, menekankan bahwa budaya adalah fondasi stabilitas daerah.

​“Adat dan budaya adalah perekat sosial. Jika dirawat bersama, persatuan akan semakin kuat dan kehidupan masyarakat tetap harmonis,” ujar Puboksa di sela-sela kegiatan.

​Ia juga menambahkan bahwa penganugerahan gelar adat dalam rangkaian Tulude tahun ini merupakan bentuk penghargaan nyata atas komitmen menjaga kerukunan di tengah keberagaman masyarakat Bitung.

​Dalam kesempatan tersebut, Puboksa memberikan apresiasi khusus kepada duet kepemimpinan Wali Kota Hengky Honandar dan Wakil Wali Kota Randito Maringka. Menurutnya, konsistensi pemerintah dalam membangun komunikasi tanpa sekat perbedaan adalah kunci kondusivitas kota.
​“Kepemimpinan yang membuka ruang komunikasi tanpa membeda-bedakan latar belakang adalah modal penting untuk menciptakan Kota Bitung yang aman dan kondusif,” pungkasnya.
​Dengan terlaksananya upacara ini, Kota Bitung kembali mengukuhkan jati dirinya sebagai kota yang menjunjung tinggi toleransi dan nilai-nilai luhur adat demi kemajuan bersama di tahun 2026.

 

(Dave)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *