detikpk.com

Cianjur, 11 Agustus 2026– Kepolisian Resor (Polres) Cianjur menggelar Apel Gelar Pasukan dan Peralatan Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) tingkat Kabupaten Cianjur di Mapolres Cianjur, Selasa (11/8).

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Cianjur dr. Mohammad Wahyu Ferdian, Sp.OG., dan dihadiri Kapolres Cianjur AKBP Dr. A. Alexander Yurikho Hadi beserta unsur TNI, Polri, pemerintah daerah, instansi terkait, relawan, serta elemen masyarakat.

Apel gelar pasukan dan peralatan tersebut menjadi momentum untuk memastikan kesiapan personel sekaligus mengecek kesiapan sarana dan prasarana dalam menghadapi potensi terjadinya Karhutla di wilayah Kabupaten Cianjur.

Selain memastikan kesiapan operasional, kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat koordinasi dan sinergitas lintas sektor. Penanganan Karhutla membutuhkan keterlibatan seluruh pihak, mulai dari pemerintah daerah, aparat keamanan, instansi terkait, relawan hingga masyarakat.

Bupati Cianjur dr. Mohammad Wahyu Ferdian, Sp.OG., menegaskan bahwa kesiapsiagaan dan kerja sama seluruh unsur menjadi hal penting dalam menghadapi potensi Karhutla.

“Penanganan kebakaran hutan dan lahan membutuhkan kesiapsiagaan serta sinergi dari seluruh pihak. Pemerintah Kabupaten Cianjur bersama TNI, Polri, instansi terkait, relawan dan masyarakat harus bergerak bersama, terutama dalam melakukan pencegahan dan deteksi dini terhadap potensi Karhutla,” ujar Bupati Cianjur.

Ia juga mengajak masyarakat untuk turut berperan aktif menjaga lingkungan serta menghindari aktivitas yang dapat memicu terjadinya kebakaran.

“Kami mengajak masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran secara sembarangan dan bersama-sama menjaga lingkungan. Dengan kewaspadaan, edukasi dan respons yang cepat, kita berharap potensi kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Cianjur dapat kita cegah dan tangani sedini mungkin,” katanya.

Sementara itu, Kapolres Cianjur AKBP Dr. A. Alexander Yurikho Hadi menegaskan bahwa upaya penanganan Karhutla tidak hanya dilakukan ketika kebakaran sudah terjadi, tetapi harus mengutamakan langkah pencegahan dan deteksi dini.

“Kita tidak ingin menunggu sampai terjadi kebakaran baru bergerak. Pencegahan, deteksi dini, patroli, pemantauan wilayah yang memiliki potensi kerawanan, serta edukasi kepada masyarakat harus menjadi langkah utama. Ketika terjadi kejadian, kita juga harus mampu merespons dengan cepat dan terkoordinasi,” ujar Kapolres Cianjur.

Menurut Kapolres, kesiapan personel dan peralatan menjadi faktor penting dalam memastikan setiap potensi Karhutla dapat ditangani secara cepat dan tepat sehingga tidak berkembang serta menimbulkan dampak yang lebih luas.

Kapolres juga mengajak masyarakat untuk menjadi bagian dari upaya pencegahan Karhutla dengan meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan dan segera melaporkan apabila menemukan adanya titik api maupun potensi kebakaran.

“Kami mengajak seluruh masyarakat Cianjur untuk bersama-sama menjaga lingkungan. Jangan melakukan pembakaran yang dapat menimbulkan api dan berpotensi meluas. Apabila menemukan adanya titik api atau potensi kebakaran, segera laporkan agar dapat ditangani sedini mungkin,” katanya.

Melalui apel tersebut, Polres Cianjur bersama Pemerintah Kabupaten Cianjur, TNI, instansi terkait, relawan dan seluruh elemen masyarakat menegaskan komitmen bersama untuk meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi ancaman Karhutla.

Pencegahan melalui deteksi dini, patroli, pemantauan wilayah rawan, edukasi masyarakat, serta respons cepat diharapkan mampu meminimalkan potensi terjadinya Karhutla sekaligus menjaga keselamatan masyarakat dan kelestarian lingkungan di wilayah Kabupaten Cianjur.

(Rafiqi)

Kategori: Polrisosial

0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Avatar placeholder

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *