Kota Bogor, detikpk.com,- Forum Juang Ono Niha menggelar pertemuan diskusi santai bersama tokoh pemuda Nias sekaligus pengusaha asal Pulau Nias, Yusman Dawolo, pada Jumat (23/5/2026) di Resto Shabu Hachi, Kota Bogor Indonesia
Pertemuan tersebut turut dihadiri oleh Juli E. Restu War Salah Seorang Tokoh Pemuda Nias Sekaligus Coach Business Dan Public Speaker beserta peserta Forum Juang Ono Niha. Suasana diskusi berlangsung humanis, penuh kekeluargaan, serta kondusif.
Dalam diskusi tersebut, para peserta membahas keberlanjutan desakan pembentukan Provinsi Kepulauan Nias serta pentingnya penyiapan lapangan kerja di Kepulauan Nias sebagai bentuk persiapan menuju terbentuknya provinsi baru tersebut. Selain itu, Forum Juang Ono Niha juga mempresentasikan rencana program Seminar Nasional lintas mahasiswa dan pemuda Nias se-DKI Jakarta yang direncanakan berlangsung pada 20 Juni 2026.
Dalam penyampaiannya, Yusman Dawolo menegaskan bahwa perjuangan pembentukan Provinsi Kepulauan Nias harus terus didorong secara merata oleh seluruh pemuda dan masyarakat Nias di manapun berada.
Ia juga menilai pemerintah harus bergerak beriringan dengan perjuangan tersebut melalui langkah konkret menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat Kepulauan Nias. Menurutnya, pemerintah perlu mengalokasikan anggaran secara serius pada sektor industri pengolahan hasil laut, pertanian, peternakan, dan pariwisata dengan sistem manajemen yang terpadu, berkelanjutan, dan konsisten.
Selain itu, ia berharap panitia BPP-PKN (Badan Persiapan Pembentukan Provinsi Kepulauan Nias) dapat terus mendampingi gerakan pemuda dan masyarakat dalam merealisasikan desakan pembentukan Provinsi Kepulauan Nias agar perjuangan berjalan semakin kuat dan terarah.
Terkait rencana Seminar Nasional lintas mahasiswa dan pemuda Nias DKI Jakarta, Yusman Dawolo menyatakan dukungannya, baik secara moril maupun materiil, selama kegiatan tersebut bertujuan untuk kepentingan masyarakat Nias secara menyeluruh demi keluar dari ketertinggalan pembangunan.
Ia juga menegaskan bahwa saat ini bukan lagi era untuk saling menyalahkan ataupun fokus pada kegagalan masa lalu. Menurutnya, seluruh elemen masyarakat harus bergerak bersama menjadi solusi melalui tindakan nyata dan kerja kolektif.
Sementara itu, Koordinator Pusat Forum Juang Ono Niha, April Julianus Daeli, mengapresiasi dukungan yang diberikan oleh Yusman Dawolo terhadap gerakan pemuda dan masyarakat dalam memperjuangkan pembentukan Provinsi Kepulauan Nias.
Ia menjelaskan bahwa Forum Juang Ono Niha dibentuk sebagai mitra pendukung Panitia BPP-PKN (Badan Persiapan Pembentukan Provinsi Kepulauan Nias) dalam memperkuat keterlibatan pemuda Nias dalam perjuangan tersebut.
Ketua Panitia Pelaksana Seminar Nasional 20 Juni 2026, Emon Wirawan Harefa, menyampaikan bahwa masyarakat Nias harus berperan aktif dalam mendorong kemajuan Kepulauan Nias melalui program-program nyata dan berkelanjutan. Dalam kesempatan itu, ia juga menyerahkan proposal kegiatan seminar nasional kepada para tokoh yang hadir.
Sekretaris Forum Juang Ono Niha, Hendryk Ponsius Lombu, meminta para tokoh Kepulauan Nias untuk terus mendampingi generasi muda Nias dalam memperjuangkan kemajuan daerah, termasuk dalam mendesak pencabutan moratorium pemekaran daerah.
Di sisi lain, Juli E. Restu War menyampaikan bahwa seluruh elemen masyarakat kepulauan Nias memiliki tanggung jawab bersama dalam mempersiapkan Kepulauan Nias menjadi provinsi baru, mulai dari kepala daerah, tokoh masyarakat, pemuda, hingga masyarakat umum.
Menurutnya, pembentukan provinsi bukan sekadar persoalan PAD dan fiskal daerah, melainkan menyangkut kepentingan strategis nasional karena Kepulauan Nias merupakan wilayah kepulauan terluar yang berhadapan langsung dengan Samudra Hindia dan memiliki potensi sumber daya alam yang besar.
Ia menilai pemerintah pusat perlu memperpendek rentang kendali pemerintahan dengan mendukung pembentukan Provinsi Kepulauan Nias agar pembangunan dan pelayanan publik dapat berjalan lebih maksimal.
“Pembentukan provinsi bukan lagi soal setuju atau tidak, tetapi bagaimana kita bersama-sama berbuat dan memperjuangkan hak Kepulauan Nias sebagai wilayah kepulauan terluar yang masih tertinggal jauh dari daerah lain,” tegasnya.
Ia juga mengajak seluruh pemuda Nias di berbagai daerah di Indonesia agar terus menjaga persatuan dan bersama-sama mendorong perjuangan tersebut hingga dapat terealisasi menjadi kenyataan. Dalam waktu bersamaan mendorong Yusman Dawolo untuk terus berbuat kegiatan yang berdampak pada masyarakat sebagai bentuk bukti nyata terhadap generasi muda sebab sudah terlalu banyak orang memberikan contoh, tapi sedikit yang langsung jadi contoh.
Kesimpulan Pertemuan
Pertemuan Forum Juang Ono Niha bersama para tokoh pemuda dan pengusaha asal Nias menghasilkan kesepahaman bersama bahwa perjuangan pembentukan Provinsi Kepulauan Nias harus terus dikawal secara kolektif oleh seluruh elemen masyarakat, khususnya generasi muda.
Selain mendorong percepatan pembentukan provinsi baru, para peserta juga menilai pentingnya persiapan sektor ekonomi dan lapangan kerja sebagai fondasi pembangunan Kepulauan Nias ke depan. Pertemuan tersebut juga memperkuat sinergi antara pemuda, tokoh masyarakat, dan BPP-PKN (Badan Persiapan Pembentukan Provinsi Kepulauan Nias) dalam membangun gerakan yang lebih terorganisir, solutif, dan berkelanjutan demi kemajuan Kepulauan Nias.
(Yunifati Lahagu)



