Maluku Utara Kab Halmahera Tengah Detikpk com – Weda, 14 April 2025 Pembangunan industri berskala raksasa di tanah sendiri kembali memakan korban. Seorang pekerja bernama Ruly mengalami luka serius setelah tangan kirinya terjepit mesin meriam di area Smelter 3 PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP), salah satu proyek strategis nasional kebanggaan negeri ini.
Insiden bermula saat Ruly diminta membantu di Tungku 22 setelah menyelesaikan pekerjaannya di Tungku 23. Dalam situasi tanpa briefing dan tanpa aba-aba, operator mesin meriam – seorang pekerja asing – langsung mengaktifkan alat berat saat Ruly masih mengisi material. Akibatnya, tangan Ruly tergencet mesin dalam hitungan detik. Ia berteriak, tapi semuanya sudah terlambat.
Yang mengiris hati, bukan hanya luka fisik yang diderita Ruly, tapi juga luka batin para pekerja lokal yang merasa nyawanya dipertaruhkan tanpa perlindungan memadai di tengah proyek besar yang dibangun di atas tanah mereka sendiri.
Bagaimana mungkin, di era industri modern dan proyek-proyek bernilai triliunan, masih ada pekerja yang menjadi korban akibat kelalaian, miskomunikasi, dan buruknya penerapan keselamatan kerja? Di mana SOP? Di mana pengawasan? Di mana negara?
Pemerintah tidak bisa lagi diam. Ini bukan insiden pertama, dan tidak akan menjadi yang terakhir jika tidak ada perubahan nyata. PT IWIP, sebagai kawasan industri yang menjadi simbol investasi besar dan kerja sama internasional, harus ditegur keras dan diaudit total sistem keamanannya.
Kejadian ini harus menjadi tamparan keras bagi semua pihak. Jangan sampai pembangunan besar-besaran yang dijanjikan demi kemajuan bangsa justru menjadi ladang derita bagi pekerja lokal yang seharusnya dilindungi.
Tenaga kerja Indonesia bukan angka statistik. Mereka adalah nyawa. Mereka adalah anak bangsa.
Detikpk com.




