Ribuan siswa yang di nyatakan telah menyelesaikan. sekolah menengah pertama ( SMP ).yang berada khusus nya di kota Palembang tercatat belum bisa melanjutkan ke sekolah menengah atas hal tersebut di karenakan kurangnya daya tampung sekolah yang belum atau tidak memadai hingga kini pemerintah Propinsi Sumatera selatan, belum ambil Kebijakan, Pasif dan terkesan , no Respon.
Palembang, Sumsel – Detikpk.com. 28 Juli 2025, Sudah berkali kali di lakukan hal yang sama oleh beberapa Aktivis, Ormas dan LSM, melakukan aksi demonstrasi di. berbagai kantor hingga Gubernur Sumatera selatan dan dinas pendidikan sumatera selatan guna mengkritisi SPMB tahun 2025 khususnya di jenjang SMA serta SMK yang berada di kota palembang. yang carut marut.
DPD Pekat Sumatera Selatan, GENCAR Indonesia, Koalisi Pemerhati Pendidikan dan Koalisi LSM beserta Ormas Bersatu Pendidikan menyuarakan dengan lantang bahwa SPMB 2025 syarat kecurangan, ketidak adilan serta tidak adanya transparansi, serta meminta untuk di adakan nya penambahan rumble dan siswa dalam per kelas nya, karena terhitung masih ribuan siswa yang di nyatakan telah lulus SMP belum tertampung.

Sedangkan saat ini daya tampung SMA dan SMK Swasta di Palembang kurang lebih 12 Ribu siswa dengan Asumsi 12 Kelas dan 36 Siswa dalam Per kelas nya, baik SMA dan SMK Swasta di kota Palembang sudah menampung 10 ribuan siswa dan masih tersisa 6000 nasib anak yang belum tertampung dan hampir 85% berasal dari keluarga yang tidak mampu.
Berkali – kali aksi yang dilakukan oleh para Aktivis, LSM dan Ormas, namun pihak pemerintah Propinsi Sumatera Selatan, wakil gubernur, Sekretaris Daerah dan Dinas Pendidikan masih belum ada tangapan jelas dan pasti. hanya dengan memberikan penjelasan masih menunggu surat balasan dari pihak Kementerian Pendidikan untuk penambahan Rumble dan siswa, yang hingga saat ini, belum ada penjelasan yang pasti .
Mengingat belum adanya kejelasan, dan Ketegasan serta belum respon yang di beraikan oleh Gubernur Sumatera Selatan Herman deru terkait penambahan Siswa, maka koalisi Pemerhati Pendidikan di Komandoi hanafi sering di sapa Aan Pirang akan melakukan aksi besar besaran di halaman kantor Gubernur Sumatera Selatan dengan orasi diam di tempat pada hari Rabu, 30 Juli 2025 nanti.
Dalam orasi yang akan di laksanakan nanti menuntut Gubernur Sumatera Selatan Herman deru, untuk segera melaksanakan program tersebut dan bukan berpangku tangan saja.
1.PLT Kepala Dinas Pendidikan untuk menambah Siswa per kelas dari 36 Siswa menjadi 40 Siswa.
2.Mengakomodir 265 Siswa yang telah tercatat oleh para Aktivis untuk bisa diterima.
3.Meminta Kepala Kepala Sekolah SMA dan SMK di Palembang untuk Kooperatif, terbuka dan tidak saling lempar soal penambahan Siswa.
Dodi.


0 Komentar