Komite sekolah sudah membantah adanya pungli, namun wali murid justru mengungkap persoalan lain: minimnya fasilitas, dugaan tekanan kepada siswa, hingga perlakuan kasar dari oknum guru.
Palembang — Detikpk.com. 30/09/2025. Polemik di SMA Negeri 9 Palembang terus mencuat. Setelah komite sekolah membantah adanya pungutan liar, kini giliran wali murid bersuara terkait persoalan fasilitas dan perlakuan yang mereka anggap tidak adil. Dari laporan yang dihimpun, siswa diminta membawa laptop pribadi untuk ujian karena komputer sekolah tidak mencukupi, bahkan ada orang tua yang mengaku dimarahi guru di depan umum.
Geger di SMA Negeri 9 Palembang: Fasilitas Minim, Siswa Diminta Bawa Laptop, Orang Tua Mengaku Dimaki Guru
Komite membantah adanya pungutan liar, namun wali murid ungkap persoalan lain yang menimpa siswa
Polemik di SMA Negeri 9 Palembang kian memanas. Setelah komite sekolah membantah tudingan pungutan liar dan menyebut sumbangan orang tua bersifat sukarela, kini giliran wali murid angkat suara. Mereka mengungkapkan keterbatasan fasilitas komputer hingga dugaan perlakuan kasar dari oknum guru.
Wali murid menyebut, saat pelaksanaan Tes Kompetensi Akademik (TKA), sekolah meminta siswa membawa laptop pribadi karena jumlah komputer tidak mencukupi. Bahkan, ada instruksi agar setiap kelas menyiapkan hingga empat laptop untuk ujian.
Tak berhenti di situ, beberapa siswa yang mencoba memberi saran dalam forum internal sekolah justru merasa ditekan. Sejumlah orang tua juga mengaku dimarahi di depan siswa dan wali murid lain terkait masalah sumbangan.
Sementara itu, Bendahara Komite SMA Negeri 9 Palembang, H. Saim Marhadan, menegaskan bahwa tidak ada pungli. Menurutnya, sumbangan dari orang tua murni bersifat sukarela dan digunakan untuk membiayai kegiatan ekstrakurikuler siswa.
Kini, publik menunggu langkah tegas dari Dinas Pendidikan Sumsel untuk menelusuri lebih jauh agar polemik ini tidak semakin meresahkan.
Dodi.


0 Komentar