KAI Sumsel Gelar Konferda 2025: Advokat Harus Berdiri di Garis Depan Bela Rakyat Kecil
Palembang, Detikpk.com. 18 Oktober 2025 – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Kongres Advokat Indonesia (KAI) Sumatera Selatan menggelar Konferensi Daerah (Konferda) 2025 di Hotel Emilia by Amazing, Palembang. Agenda ini menjadi momentum penting bagi para advokat di Bumi Sriwijaya untuk menegaskan kembali jati diri profesi sebagai penegak keadilan bagi masyarakat kecil.
Ketua Presidium Dewan Pimpinan Pusat (DPP) KAI, Dr. KP. H. Heru S. Notonegoro, SH., MH., CIL., CRA, menegaskan bahwa Konferda bukan sekadar rutinitas pemilihan pengurus, melainkan refleksi tanggung jawab moral KAI dalam memperjuangkan akses hukum yang adil dan setara.
“Konferda ini bukan hanya memilih pengurus, tapi membangun kesadaran kolektif. KAI Sumsel harus jadi wadah yang mampu menampung aspirasi anggota sekaligus menjawab kebutuhan hukum masyarakat,” tegas Dr. Heru di hadapan peserta Konferda.
Ia menambahkan, kemuliaan advokat terletak pada keberaniannya membela mereka yang lemah di hadapan hukum, bukan pada seberapa besar keuntungan pribadi yang diperoleh.
“Mereka yang kurang mampu sering menjadi korban ketidakadilan. Di situlah letak kehormatan advokat — membela yang tak berdaya, tanpa memandang latar belakang atau kemampuan,” ujarnya.
Menurut Dr. Heru, profesi advokat merupakan bagian integral dari pilar penegakan hukum, sejajar dengan kepolisian, kejaksaan, dan kehakiman. Karena itu, ia meminta agar advokat KAI berani tampil di garis depan menegakkan keadilan dan kebenaran.
“Profesi ini officium nobile — profesi mulia. Jangan merasa kecil di hadapan aparat penegak hukum lain. Advokat adalah bagian penting dari sistem keadilan bangsa,” tegasnya.
Dr. Heru juga menyoroti bahwa KAI kini telah dipercaya luas oleh berbagai kalangan, termasuk institusi hukum dan aparatur negara di tingkat nasional. Kepercayaan itu, katanya, menjadi bukti bahwa KAI bukan sekadar organisasi profesi, tapi penjaga keadilan publik.
“Kita bukan pemburu perkara, kita penjaga keadilan. Keadilan harus bisa dirasakan semua warga negara terutama mereka yang tidak punya kekuatan materi dan pengetahuan hukum,” tandasnya.
Tiga Presidium Terpilih Pimpin KAI Sumsel.
Dalam sidang Konferda yang dipimpin Adv. Nazaruddin, SH., MH. bersama Adv. Wimpi, SH., MH. dan Adv. Zulkifli, SH., peserta secara musyawarah mufakat menetapkan tiga presidium terpilih:
1. Adv. Rida Rubiani, S.H., CLA.
2. Adv. M. Jasmadi, S.H.I., M.H.
3. Adv. Badai Beni Kuswanto, S.H., M.H.
Sidang berlangsung demokratis dan penuh semangat kebersamaan. Para peserta berkomitmen membawa KAI Sumsel menjadi organisasi yang profesional, berintegritas, dan berpihak pada masyarakat kecil.
Dewan Penasehat KAI Sumsel, Adv. Nazaruddin, SH., MH., berharap kepemimpinan baru dapat menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab.
“Siapapun yang terpilih harus mampu mempererat solidaritas antar advokat dan menanamkan nilai pengabdian bagi masyarakat. Itu yang membedakan advokat sejati,” ucapnya.
Kebangkitan Semangat Advokat Sriwijaya.
Konferda KAI Sumsel 2025 diharapkan menjadi tonggak kebangkitan advokat muda dan senior untuk kembali ke jati diri profesi: menegakkan keadilan, mengabdi dengan integritas, dan mengembalikan kepercayaan publik terhadap dunia hukum.
“Kehormatan sejati seorang advokat,” tutup Dr. Heru, “bukan diukur dari jabatan atau materi, tapi dari seberapa besar manfaat yang ia berikan bagi sesama manusia.”
Redaksi: KAI Sumsel melalui Konferda 2025 menegaskan posisi advokat bukan hanya pembela hukum, tapi penjaga nurani keadilan rakyat — terutama bagi mereka yang tak mampu bersuara di hadapan hukum.
Sumber : Rina

0 Komentar