Diduga Langgar SOP, Kepala Puskesmas Tinombala dr. Dian Kusumawati Dinilai Lakukan Pembiaran Limbah padat B3 di Ruang Terbuka

 

 

 

Bitung detikpk.com 24-10-2025

Dugaan pelanggaran Standar Operasional Prosedur (SOP) kembali mencuat di lingkungan Puskesmas Tinombala, Kota Bitung. Kepala Puskesmas, dr. Dian Kusumawati Lahindo, diduga tidak taat terhadap aturan pengelolaan limbah medis, khususnya limbah padat B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun) yang ditemukan dibiarkan di ruang terbuka.

Berdasarkan pantauan awak media di lokasi, terlihat limbah padat, termasuk bekas sarung tangan medis yang diduga digunakan untuk pasien TB/kusta, berada di dalam tong sampah terbuka di area lantai atas dan bawah gedung puskesmas. Kondisi tersebut jelas tidak sesuai dengan prosedur pengelolaan limbah medis yang seharusnya disimpan di ruang tertutup dan aman agar tidak mencemari lingkungan serta menimbulkan risiko kesehatan bagi masyarakat dan tenaga medis.

Ironisnya, meski kondisi tersebut telah diketahui, pihak puskesmas diduga melakukan pembiaran, tanpa adanya tindakan nyata untuk memperbaiki pengelolaan limbah B3. Padahal, limbah medis dari pasien TB/kusta termasuk kategori infeksius yang dapat menularkan penyakit jika tidak dikelola dengan benar.

Situasi ini memicu sorotan publik, karena menunjukkan lemahnya penerapan SOP dan pengawasan internal di lingkungan fasilitas kesehatan milik pemerintah tersebut.

Menyikapi hal ini, masyarakat dan pemerhati lingkungan meminta Wali Kota Bitung serta Dinas Kesehatan Kota Bitung untuk segera turun tangan dan menindaklanjuti dugaan kelalaian tersebut.
Langkah tegas juga diharapkan diambil terhadap kepala puskesmas dr. Dian Kusumawati Lahindo yang dinilai lalai dan melanggar ketentuan pengelolaan limbah medis, sebagaimana diatur dalam peraturan Kementerian Kesehatan tentang pengelolaan limbah B3 fasilitas pelayanan kesehatan.
Kondisi seperti ini, bila dibiarkan, tidak hanya mencoreng citra pelayanan publik di bidang kesehatan, tetapi juga berpotensi mengancam keselamatan pasien, tenaga medis, dan warga sekitar.

 

(Tim)

Kategori: kesehatan

0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Avatar placeholder

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *