Bone Jadi Barometer Swasembada Pangan Nasional, Irigasi Jadi Fokus Utama

Bone, detikpk- Tv-Sulsel – Kabupaten Bone dengan luas lahan pertanian mencapai 190 ribu hektare terus menunjukkan perannya sebagai salah satu lumbung padi terbesar di Indonesia. Bahkan, Bone pernah menempati peringkat 5 dan 7 nasional sebagai penghasil beras terbanyak.

Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi (SDA & BK) Kabupaten Bone, Halil Syam, menegaskan bahwa sektor pertanian di Bone akan mendapat perhatian besar dari pemerintah pusat, sejalan dengan program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto untuk mewujudkan swasembada pangan.

“Bone ini secara nasional memang penghasil beras terbesar dibanding kabupaten lain di Sulawesi Selatan. Maka wajar jika alokasi anggaran dari pusat, baik dari Kementerian Pertanian maupun Kementerian PUPR, diarahkan untuk memperkuat infrastruktur pengairan dan optimasi lahan di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan ” jelas Halil, Kamis (21/8/2025).

Menurutnya, kunci utama peningkatan produktivitas pertanian terletak pada penyediaan air dan sistem irigasi yang maksimal. Saat ini, sekitar 47 ribu hektare lahan di Bone sudah beririgasi, sementara sisanya masih mengandalkan tadah hujan. Pemerintah menargetkan lahan tadah hujan tersebut bisa dioptimalkan melalui pembangunan embung, pompanisasi, pemboran air tanah, hingga rehabilitasi saluran irigasi.

“Misalnya di daerah Sanrego, dari 9.000 hektare lahan yang ada, baru sekitar 6.000 hektare yang fungsional. Dengan rehabilitasi dan pembangunan saluran irigasi, potensi yang tersisa bisa dimanfaatkan agar seluruhnya produktif,” ungkap Halil.

Ia menambahkan, Bone memiliki empat daerah irigasi kewenangan pusat, delapan daerah irigasi kewenangan provinsi, serta lebih dari 280 titik irigasi kewenangan kabupaten. Semua ini kini menjadi fokus agar dapat meningkatkan intensitas tanam dari satu kali setahun menjadi dua hingga tiga kali setahun.

“Target pemerintah pusat sebenarnya tiga tahun, tapi Pak Menteri menginginkan kalau bisa dalam satu tahun ini sudah mulai terasa hasilnya. Karena itu semua potensi air di Bone kita dorong agar benar-benar optimal,” tegasnya.

Dengan langkah ini, Kabupaten Bone diharapkan dapat menjadi barometer nasional dalam penyediaan beras, sekaligus penopang utama program swasembada pangan Indonesia.

Reporter”(Kul indah)


0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Avatar placeholder

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *