Pandan – detikpk.com – Sumatra Utara – Bupati Tapanuli Tengah, Masinton Pasaribu, S.H., M.H., bersama Wakil Bupati Tapanuli Tengah, Mahmud Efendi dan Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Tapanuli Tengah (Tapteng) Drs. Binsar T.H. Sitanggang, M.S.P pada Selasa 7 Juli 2026 (malam), menghadiri kegiatan Malam Kebersamaan Aparatur Sipil Negara (ASN) “Sahata Saoloan” Kabupaten Tapanuli Tengah di Pandan Kupie.
Acara yang mengusung tema “Peningkatan Produktivitas Kinerja ASN dan Pelayanan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah” dengan slogan “ASN Kuat, Tapteng Hebat” ini dikemas dalam suasana santai dan informal. Kegiatan ini dirancang sebagai wadah silaturahmi sekaligus ruang dialog terbuka antara pimpinan daerah dan seluruh jajaran ASN Pemkab
Tapanuli Tengah secara hibrid (luring dan daring).
Dalam sambutannya, Bupati Masinton Pasaribu menjelaskan bahwa format informal sengaja dipilih agar komunikasi dapat mengalir lebih cair tanpa mengurangi esensi substansi yang dibahas.
“Kita sengaja berkumpul malam ini dalam suasana santai. Kalau biasanya bertemu dalam apel atau rapat yang sifatnya formal, kali ini kita ingin berdialog, bertukar pikiran, dan membangun semangat bersama. Mudah-mudahan cara seperti ini membuat kita lebih leluasa menyampaikan ide dan masukan demi kemajuan daerah,” ujar Bupati Tapanuli Tengah.
Bupati juga menyampaikan permohonan maaf karena keterbatasan tempat sehingga belum seluruh ASN, baik PNS maupun PPPK, dapat mengikuti kegiatan tersebut. Ke depan, kegiatan serupa akan terus dilaksanakan dengan melibatkan lebih banyak peserta.
Pada kesempatan itu, Bupati menegaskan bahwa sesuai Undang-Undang ASN, orientasi utama aparatur pemerintah adalah memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Oleh karena itu, seluruh ASN diminta menjadikan nilai dasar ASN BerAKHLAK sebagai pedoman dalam bekerja, yaitu berorientasi pelayanan, akuntabel, kompeten, harmonis, loyal, adaptif, dan kolaboratif.
Menurut Bupati, birokrasi saat ini tidak lagi cukup menjalankan rutinitas pekerjaan semata, tetapi dituntut menghasilkan kinerja yang produktif melalui kreativitas, inisiatif, dan inovasi.
“Saya mengajak seluruh ASN mengubah pola kerja dari sekadar rutinitas menjadi budaya kerja yang produktif. Jangan hanya datang, mengisi absensi, lalu menjalankan pekerjaan seperti biasa. Kita harus memiliki ide, kreativitas, dan inovasi yang mampu memberikan manfaat bagi masyarakat serta mempercepat pembangunan daerah,” ungkapnya.
Bupati menambahkan bahwa produktivitas ASN tidak ditentukan oleh lamanya masa kerja ataupun jabatan yang diemban, melainkan dari kontribusi nyata, gagasan baru, dan kemampuan menghadirkan solusi bagi berbagai persoalan yang dihadapi pemerintah daerah.
Menghadapi perubahan zaman yang begitu cepat, Bupati mengingatkan pentingnya kemampuan beradaptasi terhadap perkembangan teknologi. Sebagai contoh, ia mengisahkan bagaimana perusahaan telepon seluler Nokia pernah menjadi pemimpin pasar dunia, namun akhirnya tertinggal karena terlambat beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital.
“Dunia terus berubah. Siapa yang tidak mampu beradaptasi akan tertinggal. Hal yang sama berlaku dalam pemerintahan. Kita harus mampu mengikuti perkembangan teknologi dan menghadirkan pelayanan publik yang semakin cepat, mudah, dan modern,” katanya.
Bupati juga mengajak seluruh ASN membangun hubungan kerja yang lebih kolaboratif. Ia berharap para pegawai tidak memandang Bupati, Wakil Bupati maupun Sekretaris Daerah hanya sebagai atasan, tetapi juga sebagai mitra yang terbuka terhadap berbagai ide, masukan, maupun kendala yang dihadapi di lapangan.
“Kami ingin menjadi partner bagi seluruh ASN. Kalau ada ide yang baik, sampaikan. Kalau ada kendala, diskusikan bersama. Kita tinggalkan cara kerja lama yang membuat organisasi tidak berkembang,” ujarnya.
Lebih lanjut, Bupati menegaskan bahwa setiap pejabat yang diberikan amanah harus mampu menjadi motor penggerak organisasi perangkat daerah. Kepemimpinan, menurutnya, bukan sekadar menduduki jabatan, tetapi menghadirkan perubahan dan meningkatkan kinerja organisasi.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga menyinggung kondisi Kabupaten Tapanuli Tengah yang masih menghadapi berbagai tantangan, termasuk dampak bencana alam. Ia mengajak seluruh ASN menjadikan kondisi tersebut sebagai motivasi untuk bekerja lebih cepat, tepat, dan berpihak kepada masyarakat.
“Kita harus jujur mengakui bahwa masih ada pelayanan yang belum optimal. Pendataan harus semakin baik, administrasi harus semakin tertib, dan bantuan kepada masyarakat terdampak harus tepat sasaran. Fokus kita adalah melayani masyarakat tanpa kepentingan lain,” imbuhnya.
Untuk mendukung pengembangan karier ASN, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah juga akan memperkuat penerapan manajemen talenta. Bupati meminta BKPSDM segera menyusun agenda sosialisasi agar seluruh ASN memahami manfaat sistem tersebut dalam mendorong karier berdasarkan kompetensi dan kinerja.
Selain itu, Bupati berencana membudayakan pertemuan mingguan di setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Melalui forum tersebut, pimpinan bersama seluruh staf diharapkan dapat mengevaluasi pekerjaan, menyusun prioritas, dan merancang program kerja secara lebih terarah sehingga tidak terjebak pada rutinitas administratif.
Bupati turut mengingatkan pentingnya membangun budaya kerja yang bersih dan bebas dari praktik pungutan liar. Seluruh pelayanan administrasi, termasuk pelayanan kepegawaian, harus diberikan secara cepat, transparan, dan tanpa biaya di luar ketentuan.
“Kita tinggalkan budaya lama. Kalau dulu ada anggapan ‘kalau bisa diperlambat mengapa dipercepat’, sekarang justru harus sebaliknya. Kita harus proaktif, memberikan pelayanan yang cepat, mudah, dan profesional,” katanya.
Pada akhir arahannya, Bupati mengajak seluruh ASN menghidupkan kembali nilai kearifan lokal Sahata Saoloan sebagai semangat kebersamaan dalam membangun daerah. Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah bahkan akan mendorong lahirnya berbagai inovasi pelayanan publik yang berlandaskan nilai tersebut melalui kompetisi antar-OPD dengan pemberian penghargaan bagi inovasi terbaik.
Bupati juga menekankan pentingnya tertib administrasi di seluruh perangkat daerah. Menurutnya, di era digital seluruh pelaporan dan kinerja pemerintah telah terintegrasi dengan sistem nasional sehingga keterlambatan administrasi akan berdampak langsung terhadap penilaian kinerja pemerintah daerah.
Melalui kegiatan dialog informal tersebut, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah berharap terbangun budaya kerja yang lebih terbuka, kolaboratif, produktif, adaptif, dan berorientasi pada pelayanan publik, sehingga mampu mempercepat terwujudnya tata kelola pemerintahan yang profesional serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Tapanuli Tengah.
#TaptengNaikKelas
#TaptengBangkit
#SahataSaoloan
#DiskominfoTapteng
(TIM)
0 Komentar