PERWAKILAN TOKOH PEMUDA MASYARAKAT NIAS : JULI E. RESTU WAR MENDESAK KEMENTERIAN DALAM NEGERI PERCEPAT PENCABUTAN MORATORIUM PEMEKARAN DAERAH BOD.

DKI Jakarta, detikpk.com,-  Juli E. Restu War, salah seorang Tokoh Pemuda Kepulauan Nias, mendesak Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia untuk segera mempercepat pencabutan moratorium pemekaran daerah atau Bottom-Up Development (BOD) guna mempercepat pembentukan Provinsi Kepulauan Nias sebagai daerah otonomi baru di Indonesia. 25 mei 2026 Dalam wawancara bersama awak media Read more

Juli E. Restu War (Ko Hendra War) : PEMERINTAH KEPULAUAN NIAS DIHARAPKAN MENUNJUKAN KESERIUSAN DALAM MEMBANGUN EKONOMI KEPULAUAN NIAS

DKI JAKARTA, detikpk.com,- Pemerintah Kepulauan Nias diharapkan untuk menunjukkan keseriusan dalam membangun ekonomi Kepulauan Nias, tidak hanya sekedar berharap dengan yang ada. Pemeritah Kepulauan Nias diharap segera melakukan tindakan cepat dalam memikirkan ekonomi masyarakat Nias, upaya kesejahteraan masyarakat dan ketersediaan lapangan kerja, serta meningkatkan pendapatan daerah PAD dengan adanya ketersediaan Read more

Salah Satu Tokoh Pemuda Nias Minta Pemerintah Kepulauan Nias Turun Ke Lapangan

DKI Jakarta, detikpk.com,-  Tokoh Pemuda Nias Juli E. Restu War, yang di kenal dengan julukan Ko Hendra War, meminta pemerintah kepulauan Nias, termasuk Walikota, Bupati, Sekda, Camat, dan Kepala Desa, untuk turun langsung ke lapangan dan mendengar kebutuhan masyarakat di desa-desa. Permintaan ini disampaikan dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan pemerintah Read more

Tokoh-tokoh Masyarakat Nias Kompak Untuk Pembentukan Provinsi Kepulauan Nias, Prioritas Masyarakat Nias

DKI Jakarta, detikpk.com,- Tokoh pemuda Nias, Ko Hendra War, menekankan bahwa pembentukan provinsi Kepulauan Nias menjadi prioritas masyarakat Nias untuk diperjuangkan. Dengan menjadi provinsi, Kepulauan Nias dapat meningkatkan pembangunan yang layak dan merata, pembangunan industri pengolahan hasil bumi lokal menjadi lapangan kerja, peningkatan kualitas fasilitas pelayanan umum yang modern, dan Read more