Studi Monash Ungkap Mekanisme Dalam Bumi Picu Ancaman Gempa Besar di Zona Megathrust Sunda, Kaperwil detikpk.com Sumsel: Ini Alarm Serius untuk Daerah.
Palembang – Detikpk.com14 Januari 2026. Ancaman gempa bumi besar di Indonesia kembali menjadi sorotan setelah Studi Monash University, Australia, mengungkap mekanisme dalam bumi yang berperan besar memicu gempa berkekuatan raksasa di Zona Megathrust Sunda. Temuan ini sejalan dengan Peta Sumber dan Bahaya Gempa Nasional 2017 yang dirilis Pusat Studi Gempa Nasional (PuS GeN).
Dalam peta tersebut, Indonesia terlihat dikepung oleh jalur megathrust aktif, mulai dari Aceh–Andaman, Nias–Simeulue, Mentawai–Pagai, Enggano, Selat Sunda, Jawa Selatan, Sumba, hingga Papua. Sejumlah segmen tercatat memiliki potensi gempa sangat besar dengan kekuatan mencapai Magnitudo 8 hingga 9,2, yang berisiko memicu tsunami.
Studi Monash: Zona Terkunci Jadi Bom Waktu
Penelitian Monash University mengungkap bahwa di Zona Megathrust Sunda terjadi penguncian lempeng tektonik (locked zone) antara Lempeng Indo-Australia dan Lempeng Eurasia. Penguncian ini menyebabkan akumulasi energi dalam waktu sangat lama, bahkan ratusan tahun.
Ketika tekanan tersebut tidak lagi tertahan, energi dilepaskan secara tiba-tiba dalam bentuk gempa megathrust berskala besar, yang kerap disertai tsunami. Studi ini juga menyebut wilayah Sumatera Barat–Mentawai–Bengkulu sebagai salah satu segmen dengan risiko tinggi ruptur panjang.
Temuan ini memperkuat peringatan dari PuS GeN dan BMKG bahwa beberapa segmen megathrust di Indonesia berada dalam kondisi seismik gap, yakni belum melepaskan energi besar dalam waktu lama.
Dampak bagi Sumatera Selatan
Meski Sumatera Selatan (Sumsel) tidak berada tepat di jalur subduksi laut dalam, para ahli menegaskan wilayah ini tidak sepenuhnya aman. Getaran kuat dari gempa megathrust di pesisir barat Sumatera dapat menjalar hingga ke daratan, memicu:
° Kerusakan bangunan dan fasilitas publik,
° Aktivasi sesar lokal,
° Gangguan infrastruktur dan aktivitas ekonomi,
° Kepanikan sosial jika tanpa kesiapsiagaan.
~ Tanggapan Kaperwil detikpk.com Sumsel
Menanggapi hal tersebut, Kepala Perwakilan detikpk.com Sumatera Selatan menilai peta megathrust nasional dan studi Monash University harus menjadi alarm keras bagi pemerintah daerah dan masyarakat.
“Ini bukan isu menakut-nakuti publik, tapi peringatan ilmiah.
Studi Monash dan peta megathrust menunjukkan bahwa gempa besar adalah keniscayaan geologi. Sumsel tidak boleh merasa aman hanya karena jauh dari laut,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa kesiapsiagaan bencana di daerah masih perlu diperkuat secara serius.
“Pemerintah daerah harus lebih terbuka soal risiko bencana, memperkuat standar bangunan tahan gempa, serta menggiatkan edukasi kebencanaan hingga ke tingkat desa. Jangan menunggu bencana baru bertindak,” lanjutnya.
Seruan Mitigasi dan Kesiapsiagaan
Para ahli dan pemerhati kebencanaan menekankan pentingnya langkah mitigasi, antara lain:
° Penataan ruang berbasis risiko bencana,
° Audit bangunan publik dan fasilitas vital,
° Simulasi kebencanaan secara berkala,
° Edukasi masyarakat agar siap, bukan panik.
Ancaman gempa megathrust bukan sekadar prediksi, melainkan realitas geologis Indonesia. Kesiapan sejak dini menjadi kunci untuk meminimalkan korban dan kerugian di masa depan.
Dodi


0 Komentar