Respon Cepat Bupati Egi Tidak Anti Kritik Akan Segera Berdialog Terbuka

Kalianda, detikpk.com – Menyikapi pemberitaan dari media sosial akhir akhir ini baik melalui Akun Facebook ” Kalianda Kahut “yang di kutip melalui pemberitaan InDepthNews. Rabu (21/5/2925).

Dalam pernyataannya kepada media, Bupati Egi siap berdialog terbuka untuk mengapresiasi segala bentuk pendapat, saran, maupun kritik yang berkembang di ruang publik digital. Ia menilai, partisipasi warga dalam menyuarakan pandangan terhadap kebijakan dan kondisi daerah adalah bentuk kepedulian nyata terhadap pembangunan di Lampung Selatan.

“Segala suara yang disampaikan masyarakat, termasuk melalui media sosial, merupakan masukan yang sangat berarti bagi saya. Ini menjadi bahan evaluasi untuk membenahi segala persoalan yang ada dan sekaligus menguatkan komitmen kami dalam mewujudkan Lampung Selatan yang lebih maju,” ujarnya.

Menurut Egi, kritik yang konstruktif justru menjadi pengingat bagi dirinya dan seluruh jajaran pemerintah daerah agar tidak lengah dalam menyusun dan menjalankan program. Ia juga menegaskan, keterbukaan terhadap kritik merupakan bagian penting dalam membangun pemerintahan yang transparan, partisipatif, dan akuntabel.

Bupati muda itu juga mengajak masyarakat untuk terus menyampaikan aspirasi secara santun dan bertanggung jawab. Ia berkomitmen akan menindaklanjuti setiap masukan yang relevan dengan kepentingan publik, baik melalui mekanisme birokrasi maupun dialog terbuka.

“Kita tidak anti kritik. Justru dengan kritik, kita bisa melihat apa yang belum berjalan dengan baik. Saya harap masyarakat juga bisa terlibat aktif dalam mengawal pembangunan dan memberi dukungan agar Lampung Selatan semakin maju,” tambahnya.

Sebagai pemimpin yang baru saja menjabat, Egi menyebut bahwa masa transisi menuju perbaikan memang tidak bisa terjadi secara instan. Namun, ia menegaskan keseriusannya dalam mendengar dan bertindak atas dinamika yang berkembang di tengah masyarakat.

Pernyataan ini menjadi sinyal bahwa Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan di bawah kepemimpinan Radityo Egi Pratama membuka ruang dialog dengan warga, termasuk melalui media sosial, sebagai bagian dari proses demokratisasi lokal.

 

(Komar detikpk.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *