Rakerda ke-6 DPD APJI Sumsel 2026: Perkuat Ketahanan Pangan, Dorong UMKM dan Jasa Boga
Palembang, Detikpk.com Nasional.
Rakerda APJI Sumsel Ke – 6 Bertempat di Hotel Aryaduta Palembang (22-4-2026)
Sumatera Selatan — Dewan Pimpinan Daerah Asosiasi Pengusaha Jasa Boga Indonesia (DPD APJI) Provinsi Sumatera Selatan resmi menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) ke-6 tahun 2026.
Kegiatan ini menjadi momentum strategis dalam memperkuat sinergi antara pelaku usaha jasa boga, UMKM, dan pemangku kepentingan dalam mendukung ketahanan pangan dan pertumbuhan ekonomi daerah.
Gubernur Sumsel yang diwakili oleh Kepala Dinas Koperasi Provinsi Sumatera Selatan, Ir. H. Amiruddin, M.Si, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa Rakerda ini merupakan langkah penting dalam memperkuat peran APJI di Sumatera Selatan, khususnya dalam mendukung sektor jasa boga, pariwisata, dan UMKM.
“Tema yang diangkat, yaitu ‘APJI Sumsel Bergerak Bersama Menguatkan Ketahanan Pangan melalui Sinergitas APJI, UMKM, dan Pengelolaan Pangan’, sangat relevan dengan kondisi saat ini.
Ketahanan pangan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan kolaborasi semua pihak,” ujarnya.
Ia juga menyoroti peran strategis APJI dalam menjaga standar kualitas dan higienitas pangan, serta mendukung program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG).
Menurutnya, kegiatan ini diharapkan memberikan dampak nyata, tidak hanya bagi anggota APJI tetapi juga masyarakat luas. Acara Rakerda ke-6 tersebut pun secara resmi dibuka dengan ucapan Bismillahirrahmanirrahim.
Sementara itu, Ketua Umum DPP APJI, Tasya Megananda Yukki, mengapresiasi perkembangan signifikan DPD APJI Sumatera Selatan.
Ia mengungkapkan kebanggaannya atas keberhasilan pengelolaan sekitar 200 dapur MBG di bawah kepemimpinan daerah.
“Saya sangat bangga melihat kemajuan APJI Sumsel. Ini luar biasa, bukan hanya dari sisi jumlah dapur MBG, tetapi juga bagaimana aspek keamanan pangan menjadi perhatian utama.
Dapur-dapur ini harus terus diarahkan agar semakin baik, profesional, dan memenuhi standar kualitas,” tegasnya.
Di sisi lain, Ketua DPD APJI Sumatera Selatan, Hj. Sulaeha, menekankan pentingnya peningkatan kapasitas anggota melalui pelatihan dan sertifikasi.
Ia menjelaskan bahwa APJI Sumsel secara aktif bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk dinas kesehatan, Persagi, serta instansi terkait lainnya untuk memastikan standar kebersihan dan keamanan pangan tetap terjaga.
Alhamdulillah, saat ini APJI Sumsel memiliki sekitar 700 anggota yang tersebar di 15 kabupaten/kota. Kegiatan usaha jasa boga ini sangat berdampak terhadap perputaran ekonomi, mulai dari tenaga kerja, supplier, hingga pelaku UMKM lainnya. Dengan adanya program MBG, kami optimistis seluruh pihak yang terlibat akan ikut sejahtera,” jelasnya.
Ia juga berharap hasil Rakerda ke-6 ini dapat melahirkan rekomendasi strategis yang akan dibawa ke tingkat nasional dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) APJI mendatang.
Melalui Rakerda ini, APJI Sumatera Selatan menegaskan komitmennya untuk terus menjadi motor penggerak dalam penguatan ketahanan pangan, peningkatan kualitas jasa boga, serta pemberdayaan UMKM demi mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan. (Rina)




