Program Makan Bergizi Gratis Berdampak Positif, UPT SMK Negeri 5 Pinrang Perkuat Pembelajaran Berbasis Industri
PINRANG- detikpk– Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan Presiden RI Prabowo Subianto mulai dirasakan manfaatnya oleh siswa UPT SMK Negeri 5 Pinrang,
Jl. Poros Pinrang – Polman, Bittoeng Kec. Duampanua, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan.
Program tersebut telah berjalan sejak pekan kedua awal tahun 2026 dan dinilai memberi dampak signifikan terhadap kondisi dan semangat belajar peserta didik.
Kepala UPT SMK Negeri 5 Pinrang, Munir Amir, S.P., M.Si, mengatakan MBG mulai diterima siswa pada minggu kedua masuk sekolah tahun 2026 dan hingga kini telah berjalan secara konsisten.
“Alhamdulillah, sejak pekan kedua tahun 2026 program makan bergizi gratis sudah berjalan di sekolah kami. Saat ini sudah masuk pekan ketiga dan terus kami laksanakan untuk 264 siswa,” ujarnya, Senin (26/1/2026).
Menurut Munir, program MBG sangat tepat sasaran karena sebagian besar siswa berasal dari daerah pegunungan dan tinggal jauh dari orang tua. Bahkan, beberapa siswa harus menempuh perjalanan hingga satu jam untuk mencapai sekolah.
“Banyak siswa kami yang berangkat tanpa sarapan karena jarak dan kondisi ekonomi. Dengan adanya MBG ini, mereka bisa menikmati makanan sehat dan bergizi sebelum belajar. Dampaknya sangat terasa,” jelasnya.
Menu MBG yang diberikan bervariasi setiap hari dan memenuhi unsur gizi seimbang, mulai dari nasi, lauk berprotein seperti telur, ikan, ayam, buah-buahan, hingga susu yang diberikan secara berkala.
Tak hanya siswa, para guru juga telah menerima manfaat dari program tersebut.
“Guru-guru juga sudah mendapatkan program ini. Ini tentu menambah semangat dalam proses belajar mengajar,” tambahnya.
Terapkan Pembelajaran Mendalam dan Berbasis Industri
Selain MBG, UPT SMK Negeri 5 Pinrang juga menerapkan pendekatan deep learning atau pembelajaran mendalam yang mulai dijalankan sejak tahun ajaran 2025/2026. Pendekatan ini menekankan pembelajaran yang menyenangkan, aktif, dan kontekstual.
Sebagai sekolah kejuruan, SMK Negeri 5 Pinrang juga mengembangkan pembelajaran berbasis industri (teaching factory), khususnya pada jurusan Agribisnis Pengolahan Pertanian. Siswa dilatih mengolah produk pangan berbasis potensi lokal seperti daging sapi dan ayam menjadi bakso dan produk olahan lainnya.
“Anak-anak sudah kami latih mulai dari proses produksi, pengemasan, hingga pemasaran. Saat ini penjualan masih di lingkungan sekolah dan masyarakat sekitar,” kata Munir.
Produk-produk tersebut diarahkan agar ke depan dapat menembus pasar yang lebih luas, termasuk swalayan, dengan memenuhi persyaratan seperti sertifikat halal dan izin industri.
Selain itu, jurusan Desain Pemodelan dan Informasi Bangunan (DPIB) juga dibekali teknologi modern seperti AutoCAD dan BIM, didukung oleh fasilitas komputer berstandar industri yang bersumber dari bantuan kementerian.
Sementara jurusan Akuntansi menjalin kerja sama dengan dunia usaha, termasuk perusahaan pemasaran otomotif, untuk memperkuat praktik kerja dan kompetensi siswa.
Harapkan Program Revitalisasi Sekolah
Munir Amir berharap program revitalisasi sekolah yang menjadi salah satu agenda Presiden Prabowo juga dapat menyasar UPT SMK Negeri 5 Pinrang yang berdiri sejak 2010.
“Kami sudah mengusulkan revitalisasi melalui aplikasi Takola SMK. Mudah-mudahan bisa terealisasi karena ini sangat dibutuhkan untuk perbaikan sarana dan prasarana,” ungkapnya.
Saat ini, UPT SMK Negeri 5 Pinrang memiliki 265 siswa, didukung 46 guru yang terdiri dari PNS, PPPK, dan guru paruh waktu, serta empat staf tata usaha.dengan berbagai program tersebut, pihak sekolah berharap dapat membentuk lulusan SMK yang berkarakter, mandiri, siap kerja, dan mampu berwirausaha sesuai kebutuhan dunia industri.
(Red)


