detikpk.com
Cianjur, 31 Agustus 2026 – Polres Cianjur menyiapkan sekitar 300 personel untuk mengamankan pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak di Kabupaten Cianjur yang akan digelar pada 18 Oktober 2026.
Pilkades tahun ini menjadi momentum penting karena Kabupaten Cianjur akan menjadi salah satu wilayah hukum Polda Jawa Barat yang menerapkan sistem pemilihan berbasis teknologi informasi (IT) atau digital.
Kapolres Cianjur AKBP A. Alexander Yurikho Hadi mengatakan, jumlah personel yang disiapkan tersebut masih bersifat sementara dan dapat disesuaikan dengan perkembangan situasi serta kebutuhan pengamanan di lapangan.
“Di 18 Oktober 2026 Cianjur akan menjadi salah satu wilayah hukum di Polda Jawa Barat yang akan menerapkan Pilkades dengan menggunakan sistem IT atau digital. Kami insya Allah akan mengerahkan dua per tiga dari kekuatan yang ada di Polres Cianjur, yaitu sekitar 300 personel,” ujar Alexander kepada wartawan, Senin (31/8/2026).
Menurutnya, penentuan jumlah personel nantinya akan disesuaikan dengan perkembangan Daftar Pemilih Sementara (DPS) hingga Daftar Pemilih Tetap (DPT), termasuk jumlah bakal calon kepala desa yang mendaftarkan diri.
“Kenapa saya masih berbicara sekitar, karena progres DPS sampai DPT-nya berapa, termasuk nanti yang mengajukan bakal calon menjadi kades akan berapa. Insya Allah kami akan menyesuaikan dinamika fenomena dan keadaan tersebut,” katanya.
Antisipasi Berbagai Potensi Kerawanan
Alexander menegaskan, pengamanan Pilkades tidak hanya berorientasi pada pencegahan keributan atau gangguan keamanan secara langsung. Polres Cianjur juga mengantisipasi berbagai potensi tindak pidana yang dapat muncul sejak tahapan persiapan hingga pelaksanaan pemilihan.
Pengalaman pada pelaksanaan Pilkades periode sebelumnya menjadi salah satu perhatian dalam menyusun langkah pengamanan. Polisi akan mengantisipasi potensi perusakan, penghilangan, suap, pemberian pengaruh terhadap pemilih hingga dugaan manipulasi suara.
“Yang pasti mengingat periode tahun lalu ada yang sampai harus terbakar dan hal lain, itu menjadi konsen bagi kami. Termasuk pidana yang kami konsen bukan hanya terkait perusakan, penghilangan atau hal semacam suap, pemberian pengaruh sampai dengan manipulasi suara,” jelasnya.
Siapkan Pengamanan Siber
Penerapan sistem digital dalam Pilkades 2026 juga membuat aspek keamanan siber menjadi perhatian khusus Polres Cianjur.
Untuk memastikan seluruh tahapan berjalan aman, Polres Cianjur telah berkoordinasi dengan Direktorat Siber Polda Jawa Barat. Pengamanan tidak hanya diarahkan pada sistem yang digunakan, tetapi juga mencakup sumber daya manusia, peralatan, serta perangkat keras yang berkaitan dengan proses pemungutan suara.
“Kami juga mengantisipasi kejahatan yang terjadi di dunia maya atau IT. Bismillahirrahmanirrahim kami sudah berkoordinasi dengan Direktorat Siber Polda Jabar untuk apa pun yang bisa kita lakukan,” ungkap Alexander.
Ia menambahkan, asesmen akan dilakukan terhadap orang-orang yang terlibat, peralatan, sistem, hingga perangkat keras yang digunakan dalam pelaksanaan Pilkades digital.
“Pengamanan tersebut tidak hanya menyangkut sistem tetapi juga menyangkut asesmen terhadap orang yang terlibat, peralatan hingga perangkat keras yang digunakan dalam proses Pilkades. Termasuk kemungkinan penggunaan perangkat seperti tablet, flashdisk maupun perangkat lainnya yang berkaitan dengan sistem pemungutan suara digital,” ujarnya.
“Kami melakukan asesmen orang, asesmen peralatan sampai dengan menilai bagaimana keamanan dari sistem yang digunakan termasuk hardwarenya, adanya tablet, adanya flashdisk dan segala macam. Bismillahirrahmanirrahim pada intinya kita siap,” sambungnya.
Siapkan Posko Sentra Gakkumdu dan Hotline 110
Untuk mempercepat penanganan apabila ditemukan dugaan pelanggaran hukum selama tahapan Pilkades, Polres Cianjur juga akan mempersiapkan Posko Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu).
Posko tersebut akan menjadi bagian dari upaya memperkuat koordinasi, penanganan laporan serta pertukaran informasi terkait dugaan pelanggaran yang terjadi selama proses Pilkades.
“Terkait pembentukan Gakkumdu, kami akan membentuk posko Sentra Gakkumdu dengan yang bisa dihubungi dan pertukaran informasi melalui hotline yang telah ada melalui 110. Ruangan dan segala sesuatunya kami persiapkan,” tutur Alexander.
Screening Panitia untuk Cegah Konflik Kepentingan
Selain pengamanan pada hari pemungutan suara, Polres Cianjur juga akan memberikan perhatian terhadap tahapan penentuan lokasi tempat pemungutan suara (TPS) serta proses penunjukan panitia Pilkades.
Polisi akan melakukan screening terhadap panitia guna mencegah potensi konflik kepentingan dan menjaga proses pemilihan tetap berlangsung secara objektif serta transparan.
Kapolres menekankan agar panitia tidak memiliki hubungan keluarga atau kepentingan langsung dengan calon kepala desa di wilayah tempatnya bertugas.
“Jangan sampai nanti panitianya bersaudara dengan calon. Maka boleh menjadi panitia tapi tidak di tempat tersebut, di tempat lain dan segala macam,” ujar Alexander.
Dengan berbagai langkah tersebut, Polres Cianjur memastikan kesiapan pengamanan dilakukan secara menyeluruh, baik terhadap potensi gangguan keamanan konvensional maupun ancaman yang muncul akibat penerapan sistem digital.
Polres Cianjur juga mengajak seluruh pihak yang terlibat dalam Pilkades untuk bersama-sama menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat agar seluruh tahapan pemilihan dapat berjalan aman, tertib, lancar, dan demokratis.
(Rafiqi)
