detikpk.com
Cianjur, 15 Agustus 2026 — Personel Polres Cianjur bersama tim gabungan yang terdiri dari TNI, Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (BB TNGGP), Polisi Kehutanan (Polhut), serta para relawan bergerak cepat melakukan penanggulangan dan pemadaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango.
Kegiatan penanggulangan Karhutla tersebut dilaksanakan selama dua hari, Kamis hingga Jumat (13–14 Agustus 2026), dengan fokus penanganan di kawasan Legok Saat (Kawah Wadon) dan Hutan Mati pada ketinggian sekitar 2.600 meter di atas permukaan laut (mdpl).
Dalam pelaksanaannya, tim gabungan harus menghadapi kondisi medan yang terjal dan ekstrem dengan elevasi hingga sekitar 90 derajat. Kendati demikian, kondisi tersebut tidak menyurutkan semangat personel dan relawan untuk melakukan upaya pemadaman demi mencegah api meluas dan mengancam kawasan hutan.
Dengan mengandalkan peralatan pemadaman manual, alat gepyok, serta penyiraman menggunakan air yang bersumber dari mata air Kandang Badak, seluruh unsur yang terlibat bahu-membahu melakukan pemadaman dan penanganan terhadap titik-titik api.
Kapolres Cianjur AKBP Alexander Yurikho Hadi menyampaikan bahwa penanganan Karhutla membutuhkan kecepatan, kesiapsiagaan, serta sinergi seluruh pihak, terlebih kawasan yang terbakar memiliki kondisi geografis yang sulit dijangkau.
“Kami bersama TNI, BB TNGGP, Polhut dan para relawan terus berupaya melakukan penanganan secara maksimal. Medan yang berat bukan menjadi alasan untuk berhenti, karena yang paling utama adalah bagaimana api dapat segera dikendalikan dan kawasan hutan tetap terlindungi,” ujar AKBP Alexander Yurikho Hadi.
Kapolres menegaskan, upaya tersebut merupakan bentuk komitmen Polri bersama seluruh instansi terkait dalam menjaga kelestarian lingkungan serta mencegah dampak yang lebih luas akibat kebakaran hutan, khususnya di tengah kondisi musim kemarau.
“Hutan adalah bagian penting dari kehidupan masyarakat dan ekosistem. Karena itu, kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga kawasan hutan, tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran, serta segera melaporkan apabila menemukan titik api,” tambahnya.
Polres Cianjur juga mengapresiasi seluruh personel TNI-Polri, BB TNGGP, Polhut, serta para relawan yang telah bekerja keras dalam proses penanggulangan Karhutla. Sinergi dan kepedulian seluruh pihak diharapkan dapat terus terjaga guna memastikan kawasan hutan Gunung Gede Pangrango tetap aman, lestari, dan terlindungi.
Langkah cepat dan kolaboratif tersebut menjadi wujud nyata kesiapsiagaan bersama dalam menghadapi ancaman Karhutla sekaligus menjaga kawasan hutan sebagai salah satu ekosistem penting dan paru-paru hijau bagi masyarakat.
(Rafiqi)
0 Komentar