Pesan Eks Napiter Sumsel Jangan Terpengaruh Paham Radikal.

Palembang Sumsel – Detikpk.com

29/05/2025
Heri Purwanto, Eks Napi Teroris
(Mantan Napiter), yang sudah lama membaur baik di masyarakat, sejak ia dinyatakan bebas beberapa tahun yang lalu bersama Polda Sumsel, mengingatkan kepada masyarakat khususnya masyarakat Sumatera Selatan (Sumsel) untuk berhati – hati, jangan sampai terpapar dan terpengaruh dengan paham — paham radikalisme yang membuat kita bertentangan dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia ( NKRI).

Saat dijumpai di rumahnya di Kota Prabumulih, ramah dan murah senyum saat bicara kepada tamu yang datang dan bersilaturahmi termasuk personil Polda Sumsel. Heri Purwanto yang kegiatan sehari-hari sebagai pengawas lapangan di salah satu perusahaan pengelola di Kota Prabumulih ia mengatakan menjelaskan kepada media, terkait radikalisme, kalau di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tentu melanggar hukum.

Ketika melakukan tindakan radikalisme, bisa berakibat fatal serta merusak ketenteraman masyarakat sekitar karena itu tindakan radikal harus kita hentikan, kita semua harus menjaga jangan sampai berkembang di dalam masyarakat, ucapnya. Heri menjelaskan setelah radikal biasanya tindak selanjutnya yaitu terorisme. Itu yang ia harapkan agar radikalisme ini jangan sampai tumbuh di NKRI.

Tambah nya Untuk wilayah Sumsel sendiri, radikalisme ini tidak terlalu besar karena kita selalu mengikuti perkembangan teman – teman yang masih terlibat dalam jaringan terorisme,” ucapnya.

Jadi ketika ada seruan serta ajakan untuk ikut berjihad, nah itu masyarakat perlu waspada. apa yang disampaikan para penyebar kabar tersebut. yang menyebabkan terjadi nya propaganda yang mengajarkan kita, serta ajakan untuk melakukan tindakan radikal dan terorisme pesannya.

Sebagai eks napiter, Heri menghimbau kepada masyarakat, untuk tidak mudah mengikuti paham tertentu, terutama paham jihad fisabilillah yang membuat kita bertentangan dengan hukum NKRI sebagai warga Negara Kesatuan Republik Indonesia maka wajib bagi kita untuk bertoleransi sesama agama dan menjunjung tinggi NKRI harga mati. Karena bila tidak hati – hati, bisa membuat kita salah dalam melangkah. Karena dengan jihad fisabilillah tujuan kita mengharapkan ridho serta pahala dari Allah SWT. Tapi bisa jadi kita salah dalam mengaplikasikannya yang justru berbuat dosa dan kerusakan. Sehingga tidak salah, di sarankan agar meminta pendapat terlebih dahulu kepada para ulama, atau ustad yang lebih mengetahui, pungkasnya.
Tim / Joni.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *