Peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw. dan Haul ke-25 KH. Abdul Malik Tajudin di Palembang, Momentum Meneladani Ulama dan Memperkuat Ukhuwah.
Palembang – Detikpk.com 05/09/2025. Suasana penuh khidmat dan meriah tampak di halaman SMP dan SMA Nahdlatul Ulama (NU) Palembang, Jalan Jenderal Ahmad Yani, SU II, Plaju, Kota Palembang, Sumatera Selatan, saat ratusan santri, pelajar, alim ulama, tokoh masyarakat, hingga keluarga besar Nahdlatul Ulama berkumpul untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad Saw. sekaligus Haul ke-25 tahun KH. Abdul Malik Tajudin, salah seorang ulama kharismatik sekaligus pendiri SMP dan SMA NU Palembang.
Acara yang digelar dengan penuh rasa syukur ini dihadiri pula oleh Sultan Muda Palembang, Iskandar, yang hadir memberikan penghormatan kepada almarhum KH. Abdul Malik Tajudin. Selain itu, deretan tokoh agama dan masyarakat Palembang juga turut memeriahkan acara, menjadikannya sebagai momentum kebersamaan sekaligus napak tilas perjuangan ulama dalam menanamkan nilai-nilai keagamaan di dunia pendidikan.
Rangkaian Acara Penuh Makna.
Kegiatan dimulai sejak pagi hari dengan Khotmil Qur’an, pembacaan Yasin, tahlil, serta manaqib untuk mendoakan almarhum KH. Abdul Malik Tajudin dan mengenang jasa-jasanya dalam membangun lembaga pendidikan NU di Palembang. Doa bersama itu berlangsung khidmat, dengan lantunan ayat-ayat suci Al-Qur’an yang menggema memenuhi ruangan.
Selanjutnya, panitia mengumumkan pemenang lomba cerdas cermat Islami yang telah diikuti oleh 40 peserta dari berbagai sekolah NU di tingkat SD dan SMP se-Kota Palembang. Lomba ini menjadi wujud nyata semangat almarhum KH. Abdul Malik Tajudin yang selalu menekankan pentingnya pendidikan dan kecintaan terhadap ilmu agama. Para santri dan santriwati yang berhasil meraih juara menerima penghargaan di hadapan seluruh hadirin.
Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan tausiah keagamaan yang disampaikan oleh KH. Nuflikhul Sag, SMI. Dalam ceramahnya, beliau mengingatkan jamaah agar selalu meneladani akhlak Nabi Muhammad Saw., memperkokoh keimanan, serta menjaga tradisi keislaman yang telah diwariskan oleh para ulama terdahulu.
“Kita sebagai umat Rasulullah Saw. harus selalu menjunjung tinggi nilai-nilai agama yang beliau ajarkan. Demikian pula, kita wajib menjaga dan melanjutkan perjuangan para ulama seperti KH. Abdul Malik Tajudin yang telah mendidik generasi muda agar tidak melupakan agama di tengah kehidupan modern,” tutur KH. Nuflikhul.
Mengenang Perjuangan KH. Abdul Malik Tajudin.
KH. Abdul Malik Tajudin bukan hanya dikenal sebagai ulama kharismatik, melainkan juga salah seorang pendiri SMP dan SMA NU Palembang yang hingga kini masih berdiri kokoh dan terus mencetak generasi penerus bangsa. Dedikasinya dalam bidang pendidikan dan dakwah membuat beliau dikenang sebagai sosok panutan yang tidak pernah lelah menebarkan ilmu, akhlak, serta semangat persatuan umat.
Bagi warga NU Palembang, haul ini tidak sekadar mengenang wafatnya seorang ulama, melainkan juga momen untuk merenungkan kembali nilai perjuangan yang telah beliau tanamkan. Banyak santri yang dahulu pernah dididik oleh beliau kini telah menjadi tokoh agama, guru, maupun pemimpin masyarakat.
Momentum Ukhuwah Islamiyah.
Selain bernuansa religius, acara ini juga menjadi wadah mempererat silaturahmi antar umat Islam di Palembang. Kehadiran para alim ulama dari berbagai penjuru kota, tokoh adat, hingga Sultan Palembang menjadi simbol kuatnya ukhuwah islamiyah di tengah masyarakat.
Panitia pelaksana berharap, peringatan Maulid Nabi dan Haul KH. Abdul Malik Tajudin ke-25 ini dapat menjadi teladan bagi generasi muda, khususnya santri dan pelajar NU, untuk tidak melupakan sejarah dan perjuangan ulama.
Dengan semarak dan penuh kebersamaan, acara ditutup dengan doa bersama dan ramah tamah, meninggalkan kesan mendalam bagi seluruh jamaah yang hadir.
Rm Dodi Zulfikri.



0 Komentar