Musrenbang Kecamatan Sako: Warga Dorong Rawat Inap, PJU Sendawa Jadi Sorotan Serius

Musrenbang Kecamatan Sako: Warga Dorong Rawat Inap, PJU Sendawa Jadi Sorotan Serius

 

PALEMBANG – Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang)

Kecamatan Sako yang digelar Rabu (4/2/2026) menjadi forum krusial bagi masyarakat dalam menentukan arah pembangunan wilayah tahun anggaran mendatang. Sejumlah isu strategis mencuat, mulai dari peningkatan layanan kesehatan, penerangan jalan umum, hingga persoalan mendasar seperti drainase dan air bersih.

Camat Sako, Rahmat Pane, SSTP, menegaskan bahwa Musrenbang kali ini difokuskan pada program-program yang langsung menyentuh kebutuhan riil masyarakat.

Menurutnya, pemerintah kecamatan berkomitmen memperkuat pelayanan publik sekaligus mendorong percepatan pembangunan infrastruktur dasar.

“Musrenbang ini bukan sekadar formalitas. Ini ruang warga menyampaikan kebutuhan nyata yang harus ditindaklanjuti,” tegas Rahmat Pane.
PJU Sendawa Dinilai Mendesak, Ancaman Kamtibmas Mengintai
Sorotan tajam datang dari Ketua LPMK Kelurahan Sako, H.

Juharman, SH, yang secara terbuka mendesak Pemerintah Kota Palembang, khususnya Dinas Perhubungan (Dishub), agar segera merealisasikan pemasangan Penerangan Jalan Umum (PJU) di kawasan Sendawa.

Menurutnya, minimnya penerangan di kawasan tersebut bukan sekadar persoalan kenyamanan, melainkan telah menjadi ancaman serius terhadap keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

“Setiap malam Sendawa jadi pusat berkumpulnya remaja. Kondisinya gelap dan rawan. Ini bukan asumsi, tapi fakta lapangan,” ujar Juharman di hadapan forum.

Ia menyebutkan, kebutuhan ideal penerangan di kawasan tersebut minimal lima tiang lampu, agar pencahayaan merata dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh warga.

Awalnya kami hitung tiga, tapi setelah ditinjau ulang, paling tidak lima tiang lampu. Ini soal keselamatan warga,” tegasnya.

Usulan Rawat Inap:
Akses Medis Darurat Masih Terbatas
Di sektor kesehatan, Musrenbang Kecamatan Sako juga mengusulkan pembangunan atau peningkatan fasilitas rawat inap. Usulan ini muncul akibat masih terbatasnya akses layanan medis darurat bagi warga, yang selama ini harus menempuh jarak cukup jauh ke pusat kota.

Peningkatan fasilitas kesehatan dinilai mendesak agar penanganan pasien, terutama dalam kondisi darurat, dapat dilakukan lebih cepat dan efisien.
Drainase dan Air Bersih Masih Jadi Keluhan Klasik
Meski berbagai program peningkatan layanan dicanangkan, warga tak menutup mata terhadap persoalan lingkungan yang belum tertangani secara optimal.

Drainase yang rusak dan tersumbat masih menjadi penyebab utama genangan saat hujan.

Selain itu, layanan air bersih juga kembali dikeluhkan. Warga meminta adanya evaluasi serius terkait jam distribusi dan kualitas kejernihan air, yang dinilai belum layak untuk kebutuhan rumah tangga.

Birokrasi Dipangkas, Layanan Publik Dijanjikan Lebih Cepat
Dalam forum tersebut, Camat Sako juga menjanjikan percepatan pelayanan administrasi kependudukan.

Pengurusan KTP ditargetkan rampung hanya dalam dua hari, sebagai bagian dari reformasi birokrasi di tingkat kecamatan.

Komitmen terhadap pendidikan gratis pun kembali ditegaskan agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.

Menunggu Realisasi, Bukan Sekadar Janji
Seluruh usulan yang mengemuka dalam Musrenbang ini diharapkan masuk dalam skala prioritas pembangunan tahun anggaran berikutnya.

Warga menegaskan, hasil Musrenbang harus berujung pada realisasi konkret, bukan sekadar catatan administratif.

Paenerangan jalan, fasilitas kesehatan, hingga layanan dasar dinilai bukan proyek kosmetik, melainkan hak dasar masyarakat yang wajib dipenuhi negara.

Rina

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *