Kalianda, detikpk.com — Dengan telah dimulainya Proyek pembangunan di Lampung Selatan Tahun Anggaran 2025 khususnya Proyek Rehabilitasi masjid Agung di Kalianda Lampung Selatan, menuai perhatian masyarakat dikarenakan sudah hampir 3 (tiga) bulan pekerjaannya dinilai sangat lamban dikerjakan oleh CV.Anja Raya dengan nilai kontrak hampir mencapai 400 juta rupiah.
Sesuai dengan pemantauan media kami di lokasi pembangunan yang baru dikerjakan hanya rehabilitasi tangga disabilitas menuju halaman Masjid Agung Kalianda yang dikerjakan pihak pelaksana menuai sorotan, pasalnya pengerjaannya sangat lamban terlihat tidak maksimal dan pengawasan dari dinas PUPR dan konsultan pengawas juga tidak nampak di lokasi masjid agung.
Atas lambannya pekerjaan tersebut menunjukkan pihak rekanan tidak ada keseriusan dalam pelaksanaan proyek yang menurut informasi ada beberapa item pekerjaan rehab belum dikerjakan, baru mengerjakan rehab tangga untuk pejalan disabilitas saja serta nama Masjid Agung itupun kwalitasnya masih menjadi pertanyaan?dimana jumlah pekerja juga di lapangan hanya nampak dua orang saja. Hal ini menimbulkan kesan bahwa proyek bernilai ratusan juta tersebut dikerjakan tidak maximal ada apa? sehingga menjadi perhatian masyarakat yang setiap hari beraktivitas dan beribadah di Masjid Agung Kalianda.
Saat media mencoba mengklarifikasi langsung kepada pihak pelaksana tidak ada ditempat, bahkan pihak Dinas PUPR serta Pengawas lapangannya tidak ada ditempat.
Hingga berita ini diturunkan pihak rekanan maupun pejabat terkait belum memberikan penjelasan resmi mengenai Spek pekerjaan proyek tersebut agar dapat dilaksanakan sesuai dengan kontrak kerja
Diharapkan kepada Bupati Egi agar pengawasan dari Dinas PUPR dan Konsultan Pengawas, PPK untuk dapat berada di lokasi proyek hingga “Tidak Terjadi Kesan Pembiaran “apalagi proyek di depan mata Bupati sekitar Pemda di Kalianda, ujar jamaah masjid yang tidak mau disebutkan namanya.
(Komar Tim,detikpk.com)



