Memprihatinkan, Jalan Menuju Pemukiman Warga Lingkungan 4,Kelurahan Parombunan Kecamatan Sibolga Selatan

Sibolgadetikpk.comSumatra Utara – Rusak Parah: Kondisi Jalan Kelurahan Parombunan ,Kecamatan Sibolga Selatan tampak rusak parah, menyulitkan aktivitas warga yang melintas. Selasa 21 April 2026.

Jalan Parombunan no,59 sepanjang kurang lebih 100 merer di parombunan, tak sekadar rusak, tetapi juga menjadi potret nyata persoalan infrastruktur yang belum kunjung terselesaikan.

Ruas jalan yang menghubungkan kecamatan,kelurahan.Bagi warga, kondisi ini bukan hal baru. Kerusakan jalan disebut telah berlangsung lebih dari 1 tahun,”Ungkap salah satu warga.

Ia menuturkan, jalan tersebut merupakan jalur vital yang menghubungkan kawasan pemukiman warga di kecamatan ini, namun sepanjang sekitar kurang lebih 100 meter, kondisinya rusak berat.

Kontras terlihat di sebagian kecil ruas jalan. Setelah melewati lingkungan 4,kelurahan parobunan, terdapat sekitar 100 meter di kecamatan Sibolga Selatan.

Harapan warga sempat muncul ketika pada 2026 ada wacana peningkatan status jalan menjadi jalan nasional. Namun hingga April 2026, rencana tersebut belum terealisasi.

Perbaikan yang ada dinilai tidak signifikan. Warga menyebut jalan tersebut seolah tidak pernah benar-benar tersentuh serius oleh pemerintah kota sibolga, selain perbaikan tambal sulam yang tidak bertahan lama.

Tak jarang masyarakat harus turun tangan sendiri dengan menimbun jalan menggunakan sirtu secara swadaya agar tetap bisa dilalui kendaraan.

Warga Parombunan Sekitarnya yang hampir setiap hari melintasi jalan tersebut. “Mau antar anak sekolah saja susah. Kalau hujan, jalannya becek dan berlumpur. Kalau panas dua hari saja, debunya luar biasa,” katanya.

Ia menyebut, jalur penting bagi masyarakat,untuk dilalui setiap harinya.Baik bagi anak sekolah juga aktifitas warga yang tinggal di kelurahan parombunan.lingkungan empat (4).

Kini, warga berharap Pemerintah Kota Sibolga tidak lagi memandang jalan tersebut sebagai jalur alternatif semata, melainkan sebagai akses strategis yang layak mendapat perhatian serius, bagi masyarakat, yang menggunakan kendaraan sendiri.
(Asama Giawa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *