Kapolres Gorontalo Segera Tangkap dan Periksa Oknum Kades Biluhu Timur Terkait dugaan Mar-Up dan Manipulasi Anggaran DD Tahun 2024

Gorontalo, detikpk.com – perlu kita ketahui bahwa sampai saat ini dana-desa (DD) yang digelontorkan oleh Pemerintah Pusat untuk pembangunan dan memajukan desa beda tampil di gorontalo dan malah diduga hanya diselewengkan oleh oknum kades di Biluhu Timur, Kecamatan Batudaa Pantai, Kabupaten Gorontalo. Selasa, (06) 5) 2025).

Berita ini hingga naik cetak, karena sesuai hasil pantauan awak media ini di lapangan pada Kamis,1 Mei 2025 dan sesuai dikarakankan salah satu warga setempat meminta namanya untuk tidak di publikasikan mengatakan, oknum kades biluhu timur di duga kuat Mar-Up dan manipulasi dana desa di desa tahun 2024, untuk itu Dirinya meminta Bapak Kapolres Gorontalo segera menangkap dan memeriksa oknum kades biluhu timur yang berinisial (FMT) karena menurutnya telah merugikan uang negara (dana desa), bahkan anggaran dana desa tahun 2025 pun juga diduga kuat dilakukan secara terstruktur, sistematis, masif dan terencana.

“Adapun pekerjaan diduga Mar-Up mulai dari pekerjaan jalan tani, pembangunan Plat Deker, pembangunan/Rehabilitasi peningkatan air bersih desa biluhu timur dan pembangunan sekolah TK Paud. Selain itu untuk pembibitan Cabe serta pengadaan bibit benih jagung keduanya tidak memasang papan informasi Proyek yang dikata oleh warga anggaran siluman demi mengelabui masyarakat pada umum,” kata sumber yang dapat dipercaya.

Dijelaskan, pekerjaan dana desa tahun 2024, dan penggunaan anggaran dana desa tahun 2025 sebagai berikut;

“Pembangunan pekerjaan jalan tani di Dusun Hepu yang seharusnya lebarnya 4 meter dan Panjang 1000 meter menghabiskan anggaran sebesar Rp. 62.250.000 (Enam puluh dua juta dua ratus lima puluh ribu) sangat Mar-Up.

Pembangunan/Rehabilitasi peningkatan Sumber Air Bersih desa biluhu timur dengan besaran anggaran Rp 100.000.000 (Seratus juta rupiah) juga Mar-Up.

Pembangunan Tk Paud di Dusun Alumbango anggaran tahun 2024 juga Mar-Up, belum selesai,,, Pintunya baru saja dipasang, belum ada Plafon, belum dipasang lantai kramik dan fasilitas lainnya dan menurut kami pengerjaan pembangunan tersebut juga tidak memasang papan informasi proyek sehingga bisa dikata juga (Mar-Up).

Tentang bibit Cabe juga tidak berlabel, dan Bibit benih jagung anggaran 2025, juga tidak ada papan informasi proyek sehingga pagu anggaran dana desa yang digunakan di duga tidak transparansi. Dan ini mudah terjadi karena ketua Tim Pelaksana Kegiatan Kerja atau (TPK) tidak lain adalah Kepala Dusun (Kadus), dan ketua BUMDes juga merupakan Pendamping Desa (PD), dan Bendahara BUMDes juga tidak lain adalah kaka ipar dari ketua Bumdes sehingga setiap urusan pekerjaan dana desa dan anggaran 20 persen uang negara. Dan lihat saja untuk APBDes tahun 2025 tidak tereinci sehingga mudah di atur.” ujarnya.

Ditambahkan, ini merupakan bukti dimana dana desa di desa biluhu timur yang tertulis dalam anggaran pengeluaran tahun 2024 diduga kuat Kades Mar-Up karena tidak sesuai dengan realisasi dilapangan serta di duga kuat diwarnai oleh berbagai manipulasi kepada masyarakat umum.

“Ya, oknum kades mar-up dan manipulasi pekerjaan dana desa, lihat saja pembangunan pekerjaan jalan tani yang lebarnya 4 meter, dikerjakan hanya 2 meter sedangkan jarak tetap 1000 meter, anggarannya sebesar Rp 62.250.000 (Enam puluh dua juta, Dua ratus lima puluh ribu rupiah) dan hanya dikerjakan hanya 6 hari oleh exa mini. Baru dua hari selesai dikerjakan rumput pun sudah mulai bangkit segar dan subur. Menggunakan Exa Mini di sewa Rp 2.000.000 (Dua Juta Rupiah perhari ditambah Solar. Tanaman milik warga yang di lalui Exa Mini dibayar Rp 1.000.000.000 (Satu Juta Rupiah) dan salah satu orang Rp 500.000 (Lima Ratus Ribu Rupiah).” jelasnya

Sementara untuk pembangunan/rehabilitasi peningkatan sumber air bersih anggarannya Rp.100.000.000 (Seratus Juta Rupiah) dengan anehny pekerja galian viva belum dibayarkan.

“Adapun rincian pekerja galian viva yang belum dibayarkan; pekerjaan galian panjangnya sudah dikerjakan sebanyak 550 meter, dikalikan Rp 5000 permeter total yang belum terbayar sebesar Rp 2.750.000 (Dua Juta Tujuh Ratus Lima Puluh Ribu Rupiah) pada hal anggaran sudah keluar.

“Di dusun Hepu penggunaan viva merk viwon sebanyak 19 unjung ukuran 3 inc, dan 85 ujung Viva di dusun Pontolo ukuran 2 inc dan tidak transportasi karena tidak memasang papan informasi proyek. Pembangunan pekerjaan Plat Deker anggarannya sebesar
Rp.10.250.000 (Sepuluh juta dua ratus lima puluh ribu rupiah) dengan rincian – Pasir ukuran zak semen harga Rp 5000 (Lima Ribu Rupiah) ditambah ongkos ojek Rp10.000 (Sepuluh Ribu Rupiah) totalnya 60 koli zak pasir terhitung hanya Rp 900.000 (Sembilan Ratus Ribu Rupiah). Sedangkan Batu yang digunakan 1 setengah kubik, itu di bayar hanya Rp 300.000 (Tiga Ratus Ribu Rupiah). Masing-masing pekerja yaitu; (Pengumpul batu) Jonu Uwane, (Tukang) Daud Akuba dan Martu Idris, Taksi Kino bersama (Pembantu Tukang) Adriyanto Tooli, kontrak pekerjaan Plat Deker hanya Rp 1.000.000 (Satu Juta Rupiah) sehingga dikerjakan hanya 2 hari, yang di selesaikan pekerjaannya antara lain; 5 unjung besi 10 kali Rp 125.000 (Seratus Dua Puluh Lima Ribu Ruoiah) perunjung sudah dilokasi dengan biaya total hanya Rp 625.000 (Enam Ratus Dua Puluh Lima Ribu Rupiah). 10 Zak Semen kali Rp 100.000 (Seratus Ribu Rupiah) sudah dilokasi, yang tergunakan hanya 9 Zak Semen dengan biaya hanya Rp 900.000 (Sembilan Ratus Ribu Rupiah), jadi total anggaran keseluruhan anggaran pembangunan Plat Deker hanya total Rp 4.000.000 (Empat Juta Rupiah) jadi kami duga mar-up pekerjaannya dan tidak sesuai kualitasnya.

Lebih lanjut dikatakannya, pekerjaan pembangunan Tk Paud di dusun Alumbango anggaran dana desa tahun 2024 juga tidak memasang papan informasi proyek, seperti anggaran siluman.
“Sampai saat ini pekerjaan Tk Paud tersebut belum selesai 100 persen, karena pintu Tk Paud baru saja dipasang, untuk pekerjaan lantai kramik, plafon serta bagian belakang pun belum di Plester serta fasilitas lainnya juga belum ada. Untuk itu Bapak Kapolres Gorontalo segera tagkap dan periksa oknum kades biluhu timur karena di duga kuat telah melakukan penyelewengan anggaran dana desa tahun 2024 serta anggaran tahun 2025.

Sementara itu, oknum kades (FMT) saat ditemui rumah kediamannya melakukan konfirmasi tentang penggunaan dana desa tahun 2024 – 2025 dan sebelumnya oleh awak media ini telah menyampaikan dimana setiap dusun di desa tersebut telah di kunjungi, oknum kades nya langsung otomatis menjawab !.
“Alhamdulillah pa, saya selama ini tidak pernah mengambil uang dana desa kecuali gaji, dari dan selama pekerjaan menggunakan dana desa, apalagi ini anggaran untuk pelaksanaan pekerjaan yang ada di desa. Lihat saja Pa, hele rokok saya saja hanya ini (rokok Manna) sambil diperlihatkan di dalam tasnya. Pa saya semo kerjasama dengan ti pak, tahun ini berapa kira-kira satu tahun pa. nanti saya di limboto mau ke Bank, saya telepon ti pa kan tinggal berapa hari.” pungkas oknum kades (FMT) kepada awak media belum lama ini.

Bersambung

( Idrak Dk Amiri )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *