Deli Serdang 07 Januari 2026 Media detikpk.com – Janso Sipahutar ST Kepala Dinas Sumber Daya Air Bina Marga Bina Konstruksi SDA BMBK Kabupaten Deli Serdang, bukanlah orang baru. Dia adalah Kadis terlama yang belum tergantikan. Jabatan empuk itu ia duduki sejak Bupati Ashari Tambunan sampai sekarang.

Hampir setiap tahun proyek infrastruktur yang dianggarkan dinas SDA BMBK pimpinan Janso Sipahutar ST cendrung ada temuan BPK. Tapi realitanya sejumlah temuan BPK itu dianggap angin lalu. Buktinya temuan demi temuan tak berujung pangkal,Janso Sipahutar ST makin menunjukkan eksisnya Senin (29/12/2025)

Proyek pemeliharaan berkala jalan simpang Beringin / Tanjung Gusta Kecamatan Hamparan Perak yang sedang dikerjakan di penghujung tahun 2025 diduga beraroma korupsi. Proyek itu adalah bagian kecil dari proyek yang terindikasi bermasalah di Deli Serdang.

Temuan BPK atas berbagai Kegiatan pada Dinas SDA BMBK Deli Serdang tak asing terdengar. Diantaranya kekurangan Volume 16 paket pekerjaan belanja modal jalan, irigasi, dan jaringan senilai hampir 1 Miliar.

Di tahun anggaran 2023 ada beberapa pekerjaan yang diduga kuat tidak sesuai kontrak, diantaranya pekejaan lanjutan pembangunan ruas jalan Durin Tonggal-Sugau (Kuta Kepar) Kec. Pancur Batu dengan anggaran sebesar Rp.4.795.984.000. Kemudian pekerjaan peningkatan ruas jalan Namorambe – Sembahe sebesar Rp.6.246.608.000,00. Pekerjaan diduga adanya ketidak sesuaian di lapangan dengan dokumen kontrak.

Di tahun 2024 masih segar dalam ingatan dugaan korupsi pada sejumlah proyek infrastruktur di bawah Dinas SDA BMBK Kabupaten Deli Serdang. Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) mengungkap temuan signifikan senilai Rp1,6 miliar terkait pengerjaan jalan, irigasi, hingga jaringan. Temuan Rp1,6 miliar itu seperti “puncak gunung es. Seyogianya Bupati Deli Serdang untuk bersikap tegas dan tidak melindungi oknum nakal yang mencoreng wibawa Bupati itu sendiri.

Temuan BPK memperlihatkan adanya kejanggalan serius, mulai dari dugaan mark-up pekerjaan, spesifikasi yang tidak sesuai pada beberapa paket. Dokumen yang diperoleh menunjukkan adanya nilai pembayaran yang tidak selaras dengan progres pekerjaan di lapangan. Di beberapa titik yang masuk dalam laporan dinyatakan selesai, namun fakta di lapangan justru menunjukkan pekerjaan yang masih asal-asalan.

Banyaknya kejanggalan serta amburadul proyek diakui oleh seorang kontraktor yang enggan disebutkan namanya. Menurutnya, sejak awal sudah banyak tekanan dalam proses pengerjaan, sehingga harus ikut aturan yang ada. Pola dugaan penyelewengan sudah berlangsung bertahun-tahun .

Janso Sipahutar selaku pengambil keputusan di SDA BMBK. Permainan mengutak atik proyek bukan barang baru, setiap tahun ada pola permainan proyek, dan Janso Sipahutar ST dialah pawangnya. untuk urusan proyek yang jelek. Ada kemungkinan karena kehebatannya bermain petak umpet di balik infrastruktur sehingga dia tak tergantikan hingga saat ini.

soal proyek pemeliharaan berkala Simpang Beringin /Tanjung Gusta tidak memberikan tanggapan malah minta perlindungan dengan salah seorang jurnalis.

Hebatnya Janso Sipahutar ST mengamankan proyek bermasalah dan Mendesak Kejatisu dan Tipikor Polda memeriksa pejabat dinas SDA BMBK Deliserdang. permainan buruk SDA BMBK Deliserdang, termasuk proyek di desa Karang gading dan pemeliharaan berkala Simpang Beringin / Tanjung Gusta, yang diduga ada berbau Korupsi dan nepotisme nya.

 

Penulis : (Sufri Hidayat SH)
Editor : narsam Redaksi detikpk com Sumut

Kategori: Hukum

0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Avatar placeholder

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *