Insiden MBG di Amuntai, SPPG Antasari Sampaikan Permohonan Maaf dan Komitmen Perbaikan

Amuntai, detikpk.com – Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di menjadi perhatian setelah sejumlah siswa dilaporkan mengalami gangguan kesehatan usai mengonsumsi makanan program tersebut, Kamis (23/4/2026).

Peristiwa ini menjadi pengingat penting akan perlunya pengawasan ketat terhadap kualitas dan keamanan pangan, khususnya dalam program yang menyasar peserta didik.

SPPG Antasari Sampaikan Keprihatinan

Menanggapi kejadian tersebut, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Antasari melalui Kepala SPPG, , menyampaikan keprihatinan serta permohonan maaf kepada para siswa dan masyarakat.

“Kami menyampaikan keprihatinan atas kondisi siswa yang terdampak serta memohon maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan,” ujarnya, Jumat (24/4/2026).

SPPG Antasari menjelaskan bahwa proses penyediaan makanan selama ini telah mengacu pada prosedur yang berlaku, mulai dari pemilihan bahan baku hingga distribusi. Meski demikian, evaluasi tetap menjadi langkah penting untuk memastikan kejadian serupa tidak terulang.

Langkah Evaluasi dan Penghentian Sementara

Sebagai bentuk kehati-hatian, operasional SPPG Antasari dihentikan sementara hingga proses evaluasi dan pemeriksaan selesai dilakukan oleh instansi terkait.

Pemeriksaan ini melibatkan Dinas Kesehatan serta wilayah Kalimantan Selatan guna memastikan penyebab kejadian dapat diidentifikasi secara tepat.

SPPG Antasari juga menyatakan komitmennya untuk:

  • meningkatkan pengawasan bahan pangan
  • memperkuat standar higienitas pengolahan
  • memperbaiki sistem distribusi makanan
  • melakukan kontrol mutu secara berkala

Edukasi Pentingnya Keamanan Pangan

Peristiwa ini menjadi momentum edukasi bagi semua pihak tentang pentingnya keamanan pangan, terutama dalam konsumsi massal di lingkungan sekolah.

Pengelolaan makanan yang aman mencakup:

  • kebersihan bahan dan peralatan
  • proses memasak yang sesuai standar
  • penyimpanan dan distribusi yang higienis
  • pengawasan berkala oleh pihak berwenang

Partisipasi semua pihak, termasuk penyelenggara, sekolah, dan pengawas, sangat diperlukan untuk menjaga kualitas program gizi bagi pelajar.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *