Jakarta – DetiKPK.Com – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) & LKBH Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Prof. Gayus Lumbuun menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas gugurnya sejumlah mahasiswa,

pelajar, dan masyarakat sipil dalam rangkaian aksi demonstrasi yang terjadi sejak akhir Agustus 2025 di berbagai daerah Indonesia.
Innalillahi wa inna ilaihi raji’un, mereka adalah putra-putri bangsa yang memperjuangkan suara rakyat di Jakarta (05/09/25).

Dalam pernyataannya pada hari Jum’at (05/09), Ketua BEM & LKBH Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Prof. Gayus
Lumbuun Richard Achmad Supriyanto menegaskan tragedi ini menjadi alarm keras bahwa demokrasi kita sedang mengalami krisis. Aksi
demonstrasi yang sejatinya merupakan hak konstitusional warga negara untuk menyampaikan
pendapat di muka umum (Pasal 28E ayat (3) UUD 1945), justru berujung pada korban jiwa,
luka-luka, dan kriminalisasi.

“Sikap dan Tuntutan BEM & LKBH STIH Prof. Gayus Lumbuun: 1. Mendesak DPR RI untuk segera membuka ruang dialog publik, menyerap aspirasi mahasiswa dan rakyat terkait tuntutan aksi, serta menghentikan pembahasan regulasi yang bertentangan dengan prinsip keadilan sosial, demokrasi, dan hak asasi manusia. 2. Mendesak Presiden Republik Indonesia untuk: 2.1 Menghentikan tindakan represif aparat terhadap mahasiswa dan rakyat; 2.2 Menjamin perlindungan hak asasi seluruh warga negara; 2.3 Membentuk tim independen pencari fakta untuk mengusut tuntas jatuhnya korban jiwa dan luka-luka dalam aksi demo; 2.4 Menindak tegas aparat maupun pihak manapun yang terbukti melakukan kekerasan
dan pelanggaran hukum. 3. Mendorong pemerintah dan DPR RI agar melakukan reformasi hukum dan kebijakan yang berpihak pada rakyat, bukan hanya pada kepentingan segelintir elit.
4. Mengajak seluruh elemen mahasiswa dan rakyat untuk terus menjaga solidaritas
perjuangan secara damai, konstitusional, dan berkeadaban.”, ujar Richard Achmad Supriyanto

Sebagai penutup dari tuntutan dan aksi,
Kami, BEM & LKBH Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Prof. Gayus Lumbuun, menegaskan
bahwa suara mahasiswa adalah suara nurani rakyat. Tragedi kemanusiaan yang terjadi tidak boleh dibiarkan berlalu begitu saja. Kami berdiri tegak bersama rakyat, menuntut keadilan,
dan mengawal demokrasi Indonesia.
Hidup Mahasiswa!
Hidup Rakyat Indonesia!
Hidup Perjuangan!
Hormat kami,
Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) & LKBH Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Prof. Gayus Lumbuun.

Pewarta (Mardhika A.N)
Media (DetiKPK.Com)


0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Avatar placeholder

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *