PALEMBANG – detikpk.com – Di wilayah Kecamatan Seberang Ulu SU I, Palembang, terdapat sebuah lorong yang memproduksi ribuan layangan setiap harinya. Lorong tersebut disebut dengan nama Kayangan atau Kampung Layangan karena sudah membuat layangan sejak tahun 1970’an, 23/8/2025.
Kampung tersebut terletak di Lorong Sepupu, RT.39/RW.012 Kelurahan 3-4 Ulu, Kecamatan SU I, Palembang, tak jauh dari salah satu tugu ikonik yaitu tugu KB. Jika disusuri, seluruh rumah warga tersebut dihuni oleh para pengrajin layangan di setiap rumahnya.
“Kemudian saat memasuki lorong tersebut dari depan itu sudah terlihat tampak beberapa rumah warga setempat memajangkan hasil dari produksi layangan nya serta terlihat para warga dari berbagai gender dan usia sedang merakit layangnya masing-masing.
Adapun pagi tadi Sabtu 23/8/2025 dini hari pada jam 09:00 WIB dari instansi kecamatan seberang ulu SU ,I pak Mukhtiar Hijrun) selaku camat SU I, berserta staf jajaran dan kelurahan 3/4 ulu pak rama selaku lurah 3/4 ulu dan berserta staf jajaran, atau yang mewakili dari suasana tersebut tampak terlihat sedang menunggu kehadiran dari tim penilaian kampung kreatif atau disebut dengan kampung layangan.
Kemudian sebagai mana yang hadir pada pagi ini dari instansi pemerintah
yaitu, (M.R Ali Hanafiah, SH Ketua Dewan Juri. ,Maulidia Wahyuni,S.Pd. ,M.Si ,Kepala Bidang Ekonomi Kreatif, Sekaligus mewakili kepala dinas pariwisata.
Kemudian Vita Sandra Kabid Destinasi Dinas Kebudayaan Pariwisata Provinsi Sumatera Selatan. Dan (Rendi Fadillah) (Tri Anggana) Pendamping Juri, (Tiara Chrisna F) Pendamping Juri, Serta Tim DM, dan (Wartawan Sumek) Serta (Fikri Driver)
Namun setelah itu Tim Penilaian Kampung kreatif berserta pak camat SU I, dan pak lurah 3/4 ulu berserta warga setempat lanjutkan sembari berjalan kaki meninjau kerumah pak Sobri salah satu pengrajin yang paling lama pada masanya terlihat sampai saat ini Alhamdulillah pak Sobri masih dalam keadaan sehat namun masih aktif merakit layangan ujar toni tim detikpk saat di lokasi tersebut.
Merakit layangan ini sudah ada sejak dari nenek moyang dulu namun kami sendiri termasuk penerus dari generasi ke 3 merakit layangan ini dari sekolah kelas 6 sd sudah merakit layangan harapan kami semoga produksi layangan ini terus maju untuk menunjang ekonomi keluarga karna memang dari ini lah pendapatan kami untuk makan untuk biaya sekolah anak, dan sangat membantu sekali dengan merakit layangan ini ujar.ibu neneng salah satu pengrajin layangan saat di wawancarai.
Penulis berita :
Toni wartawan detikpk.com
0 Komentar