Aktifis 98 kembali menyampaikan jeritan hati rakyat Sumsel  kepada. gubernur Sumsel Herman deru , mengharap suatu perubahan dengan hasil bumi yang melimpah.

Palembang , Sumsel –  Detikpk.com  19/07/2025. Hasil bumi Sriwijaya, Sumatera Selatan boleh di bilang melimpah mulai dari hasil tambang . laut . serta. pertanian. dan hasil tambang ,

Namun di balik itu semua hasil bumi Sriwijaya yang .melimpah ruah tanah  kaya yang di sisi lain warganya hidup dalam kemiskinan, Kenapa.

Jawabannya,  Gubernur Sumatera Selatan yang tidak  bisa  mengatasi Kemiskinan di Sumatera Selatan, dalam ke pemimpinan nya  sebagai abdi negara serta masyarakat umum lain nya .

‎Di bidang Pendidikan, Data Menunjukan 157.280 Anak Putus Sekolah. sedangkan 80.794 tidak sekolah. sedangkan di tingkat  SMA, SMK, dan MAN angka menunjukkan 29,20% anak putus sekolah atau tidak melanjutkan sekolah.

Hal ini disebabkan oleh kondisi ekonomi keluarga yang sulit, Sistem SPMB yang tidak teratur,  serta daya tampung sekolah yang tidak memadai dan masih adanya  pungutan – pungutan liar di sekolah yang sangat membebani orang tua  siswa. Kualitas Pendidikan yang rendah, membuat kemampuan untuk bersaing dan berdikari serta kreatif menjadi minim sehingga menimbulkan  marak nya pengangguran dan Kemiskinan.

Selain itu juga  kita kembali melihat dalam bidang Kesehatan, di awal Kepemimpinan Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru, pada tahun 2019  terjadi nya penghapusan anggaran kesehatan dengan dalih sudah ada nya  program BPJS,  sehingga rakyat yang tidak memiliki BPJS menjadi terbebani saat  berobat,

Miris nya Bumi Sriwijaya. yang Kaya Hasil Bumi namun kenapa masyarakat Sumsel masih hidup  dalam kemiskinan, di mana – Mana, apa tugas abdi negara.di akhir periode September 2023  gubernur Sumsel  melakukan  program Berobat gratis hanya mengunakan  E KTP saja  hingga masa jabatan berakhir dan kini menjabat Dua priode .

‎Program  tersebut  terbilang  program  yang tidak jelas ,  kelanjutan serta. visi dan misi  masih terlihat Samar –  Samar, bahkan Rumah sakit yang berada di Sumsel menolak bagi  setiap masyarakat yang ingin me lakukan  berobat  mengunakan  program berobat gratis mengunakan E.ktp dengan alasan  program tersebut belum ada pemberitahuan  maka dari itu program berobat gratis mengunakan E KTP  tidak bisa di lakukan .

Balum lagi hasil tambang yang tidak adil dalam pembagian.  Perusahaan – Perusahaan Raksasa yang bergerak di  bidang tambang, termasuk PT.Bukit Asam. Sudah Ratusan Tahun melakukan aktifitas pengerukan hasil bumi Sriwijaya  tapi kenapa rakyat tetap hidup dibawah garis kemiskinan, hingga saat ini

Aktivis 98 Ali Pudi berteriak lantang bukan masyarakat Sumsel yang menikmati hasil tambang tapi segelintir elit dan korporasi rakus, hutan rusak, sungai tercemar, udara kotor, dan tanah tanah berubah jadi lobang maut bekas tambang, dana bagi hasil receh, sementara kekayaan alam Sumsel diangkut keluar tanpa ampun.Tegas Ali Pudi. saatnya stop ekploitasi brutal. Ali Pudi menuntut evaluasi total ijin tambang, ubah pola fikir, S.D.A harus dikelola berkeadilan demi rakyat bukan demi kantong pengusaha. dengarkan bapak Gubernur Sumatera Selatan, ini suara perlawanan rakyat Sumatera Selatan. tegas nya .

‎Dodi.


0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Avatar placeholder

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *