Mataram, detikpk.com — Kepala Desa Labuan Tereng, Kecamatan Lembar, Kabupaten Lombok Barat, Humaidi Usai, mengecam keras dugaan aksi kekerasan yang menimpa salah seorang warganya, Taufik, yang juga diketahui menjabat sebagai Ketua KNPI Lombok Barat.
Taufik diduga menjadi korban pengeroyokan dan penganiayaan setelah terjadi keributan di kawasan rooftop Mataram Mall, Kota Mataram, sekitar pukul 02.30 WITA. Akibat kejadian tersebut, korban mengalami sejumlah luka pada bagian kepala dan dahi hingga harus mendapatkan perawatan medis di Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP) NTB.
Humaidi mengatakan, pihak desa menyerahkan sepenuhnya proses penanganan kasus tersebut kepada aparat penegak hukum. Ia berharap polisi segera mengungkap peristiwa tersebut dan menangkap pihak yang terbukti terlibat.
“Sepenuhnya saya serahkan ke pihak yang berwajib. Harus segera secepat-cepatnya menyelesaikan persoalan ini,” ujar Humaidi dalam keterangannya, Sabtu (5/9/2026).
Menurut Humaidi, Taufik merupakan salah satu warga yang selama ini dibanggakan masyarakat Desa Labuan Tereng. Ia menilai Taufik sebagai sosok yang memiliki prestasi dan kerap memberikan masukan serta berdiskusi mengenai berbagai persoalan di lingkungan desa.
Humaidi mengaku cukup mengenal Taufik dalam kesehariannya. Bahkan, keduanya disebut kerap bertemu dan berdiskusi secara informal.
“Intinya dia kebanggaan kami di sini, sering memberikan masukan kita di sini. Dan tentunya saya sebagai orang tua sangat mengecam tindakan yang dilakukan oleh oknum ini,” katanya.
Kronologi Dugaan Pengeroyokan
Berdasarkan keterangan Ahmad Halimi, rekan korban, insiden bermula ketika Taufik bersama sejumlah rekannya sedang duduk menikmati kopi di area rooftop Mataram Mall.
Di lokasi yang tidak jauh dari mereka, terdapat kelompok lain yang juga sedang berkumpul. Situasi kemudian diduga memanas setelah salah seorang rekan korban meminta posisi duduk kelompok tersebut sedikit dimundurkan.
Permintaan itu diduga berujung cekcok. Situasi semakin memanas setelah salah seorang dari kelompok tersebut diduga mencekik salah satu rekan korban.
Taufik bersama Ahmad Halimi kemudian berupaya melerai perselisihan tersebut. Namun, menurut keterangan yang disampaikan kepada wartawan, upaya itu justru berujung pada dugaan aksi kekerasan terhadap korban.
Keributan akhirnya berhasil dilerai petugas keamanan Mataram Mall.
Setelah situasi mereda, Taufik bersama rekan-rekannya memilih meninggalkan lokasi. Namun, ketika berjalan menuju lantai bawah, kelompok yang sebelumnya terlibat keributan diduga kembali mengejar mereka.
Dalam pengejaran tersebut, korban mengaku mendapat ancaman menggunakan benda yang diduga menyerupai senjata api, serta botol kaca dan batu.
Taufik kemudian berusaha menyelamatkan diri dengan berlari menuju sebuah warung di sekitar kawasan My Style. Namun, menurut keterangan korban, ia kembali dikejar hingga akhirnya diduga mengalami pengeroyokan menggunakan sejumlah benda tumpul.
Korban disebut mengalami luka pada bagian dahi dan kepala serta pendarahan akibat benturan benda tumpul. Rekan-rekan korban kemudian membawa Taufik ke RSUP NTB untuk mendapatkan perawatan medis.
Sementara Ahmad Halimi yang disebut turut menjadi korban dalam insiden tersebut dilaporkan tidak mengalami luka serius.
Kades Dorong Pengungkapan Pelaku
Humaidi berharap aparat kepolisian segera mengungkap kasus tersebut secara terang-benderang. Ia menilai rekaman kamera pengawas atau CCTV di sekitar lokasi dapat menjadi salah satu petunjuk penting dalam mengidentifikasi pihak-pihak yang diduga terlibat.
“Saya berharap pelakunya segera terungkap. Itu harapan kita sebagai orang tua di sini terhadap anak kami,” ujarnya.
Humaidi juga menyampaikan rencana untuk menjenguk Taufik di rumah sakit. Selain itu, ia menyebut akan berkoordinasi dengan sejumlah elemen pergerakan di Lombok Barat untuk menyuarakan persoalan tersebut.
“Saya rencananya besok paling lambat besok pagi berkunjung ke rumah sakit. Kemudian berkolaborasi dengan teman-teman pergerakan di Lombok Barat untuk menyuarakan ini,” katanya.
Humaidi menegaskan, pihak Desa Labuan Tereng mengecam dan mengutuk segala bentuk kekerasan yang diduga menyebabkan warganya mengalami luka.
“Pada intinya kami dari pihak desa mengecam dan mengutuk keras segala bentuk kekerasan yang diduga pengeroyokan yang menyebabkan luka.”
Hingga berita ini ditulis, dugaan pengeroyokan tersebut masih dalam penanganan dan menunggu proses penyelidikan aparat kepolisian. Keterangan mengenai identitas pelaku, penggunaan senjata api, serta rangkaian kejadian secara keseluruhan masih perlu dibuktikan melalui proses hukum dan penyelidikan resmi.
Red
