Deli Serdang – detikpk.com – Sumatera Utara –
Proyek yang dikerjakan asal jadi alias “amburadul” memicu terindikasi mark-up (penggelembungan dana) adalah bentuk penyimpangan anggaran.
Praktik ini merugikan keuangan negara atau daerah, menurunkan kualitas fasilitas umum, serta memicu tindakan hukum 22 Juni 2026.
Dugaan proyek bermasalah di bawah lingkup dinas SDA BMBK kini Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi ( SDA BMBK) di Deli Serdang sudah menjadi sorotan publik dan penegak hukum terkait pengerjaan yang diduga asal-asalan serta dugaan monopoli oleh kerabat kepala daerah
Diduga kurangnya pengawasan dari Dinas SDABMPBK Deli Serdang , sejumlah proyek yang bersumber dari APBD dikerjakan asal jadi oleh rekanan.
Salah satunya pengerjaan saluran drainase yang berlokasi di ruas jalan karya V balai desa Kecamatan Sunggal Kabupaten Deli serdang
Pantauan awak media, proyek bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Dinas SDABMPBK Deli Serdang T.A 2026 dengan pagu anggaran Rp. 398.889 .000,00 Rabu (10/6/2026)
Tampak pembuatan saluran drainas ,berbelok-belok terkesan dikerjakan asal jadi oleh pihak rekanan dari CV.BRAHMA ATMAN ABADI.
Diduga saat pengerjaan material campuran tidak sesuai spesifikasi jika dibiarkan, drainase yang selesai dibangun terancam ambruk dan dapat merugikan negara,
dan pihak dari Kontraktor CV BRAHMA ATMAN ABADI dinilai tidak profesional dalam bidangnya yang terkesan pekerjaan dilakukan secara terburu-buru tanpa memperhitungkan dampaknya.
“Kendati proyek tersebut masih tahun berjalan ,ini membuktikan permulaan awal yang cukup. proyek ini dipantau terus hingga dinyatakan selesai dan dilaporkan ke APH dengan bukti-bukti yang sudah di kantongi karena selisihnya patut diduga memicu terjadinya Mark-Up.
Di pagu anggaran kontrak tidak di cantumkan volume nya Tanpa volume, publik kehilangan haknya untuk melakukan kontrol sosial. Padahal, sesuai UU No. 14/2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik, setiap penggunaan anggaran negara wajib terbuka.
Ketidak jelasan volume bisa menimbulkan dugaan adanya potensi penyimpangan anggaran, mark up, hingga pekerjaan asal jadi.
Kondisi ini memunculkan dugaan bahwa proyek tersebut bukan hanya bermasalah kwalitasnya , tetapi juga rawan manipulasi administrasi, yang bisa berdampak pada akuntabilitas penggunaan anggaran negara.
dilihat secara kasat mata proyek pembuatan saluran drainase tersebut memiliki anggaran yang signifikan
“Jika dibandingkan dengan nilai anggaran proyek ,ini sangat signifikan secara kasat mata patut diduga proyek tersebut Mark-Up,
Disisi lain,warga sekitar merasa kecewa mengingat anggaran tersebut adalah bersumber dari pajak masyarakat namun pekerjaan saluran drainase tersebut di kerjakan asal jadi ( amburadul)
Harap warga,Bupati Deli Serdang lebih memberi atensi terhadap proyek -proyek yang langsung menjadi fasilitas umum,karena dampak langsung kepada masyarakat sebagai pengunanya
“Kami berharap Bapak Bupati lebih memberi atensi untuk proyek yang bersifat sebagai Fasum,karena ini sangat berdampak kepada warga sekitar sebagai penggunanya”harap warga
Publik beropini kurangnya pengawasan dan tindakan mengakibatkan banyak proyek infastruktur di lingkungan Dinas SDA BMBK Deli Serdang dikerjakan asal jadi
Terpisah,saat dikonfirmasi kepda Kepala Dinas SDABMBK Kabupaten Deli Serdang ,Janso Sipahutar,S.T melalui via telephone selulair,nada berdiring dan pesan WhatsApp belum ada tanggapannya.
Sufri Hidayat SH
Kaparwil Sumut
0 Komentar