Pemdes Siapkan Telaga Biru Jadi Wisata Air Bersih dan Edukasi Lingkungan
Bone detikpk-(3/11/2025) —
Pemerintah Desa di bawah kepemimpinan Kepala Desa Andi Jamaluddin, S.T.saat di kompirmasi awak media di Desa Ponre-ponre Kecamatan Libureng, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan,
tengah berupaya menjadikan Telaga Biru sebagai kawasan wisata desa yang berfungsi ganda — selain sebagai destinasi wisata air dan budaya, juga difungsikan sebagai sumber air bersih dan edukasi lingkungan bagi masyarakat sekitar.
Menurut Andi Jamaluddin, kegiatan ini merupakan bagian dari operasi kebersihan dan pencegahan pencemaran lingkungan air, khususnya pada saluran irigasi yang mengalir dari sumber Sungai Pangeran. Pemerintah desa melakukan pembersihan dan pemasangan pagar di sekitar area telaga sebagai upaya menjaga kelestarian lingkungan.
“Kami dari pihak Pemerintah Daerah melaksanakan kegiatan pembersihan dan pengelolaan lingkungan air ini agar bisa difungsikan untuk irigasi sekaligus sumber air bersih masyarakat. Karena lokasi ini sering dikunjungi warga untuk kegiatan budaya dan wisata,” jelas Andi Jamaluddin.
Ia menambahkan, dengan adanya pagar keliling dan area pelataran yang ditata, kawasan Telaga Biru diharapkan menjadi ikon wisata desa yang juga mendukung program air bersih. Pemerintah desa juga akan menempatkan perangkat desa khusus untuk menjaga area tersebut agar terhindar dari pencemaran.
Selain sektor wisata dan lingkungan, pemerintah desa juga terus menjalankan program pemberdayaan masyarakat melalui bantuan ternak sapi bergulir.
“Sapi diberikan kepada warga yang siap memelihara. Jika sudah beranak, induknya digulirkan ke warga lain. Jadi sistemnya bergilir agar manfaatnya dirasakan banyak orang,” ujarnya.
Terkait infrastruktur, ia menjelaskan bahwa kebutuhan utama masyarakat saat ini masih berkisar pada pembangunan jalan desa dan jalan tani. Namun beberapa kegiatan sempat ditunda karena adanya penyesuaian kebijakan dan pengukuran baru dari pemerintah pusat.
“Kadang setelah musyawarah mufakat, kegiatan harus ditunda karena perubahan aturan dari pusat. Tapi semua tetap kita jalankan sesuai prioritas kebutuhan masyarakat,” tutupnya.
Desa dengan luas wilayah sekitar 11,50 km² dan jumlah 1.350 wajib pilih ini terus berkomitmen untuk mengembangkan potensi alam dan sumber daya lokalnya demi peningkatan kesejahteraan masyarakat.
(Red)


0 Komentar