Guru Besar IPB: 100 Ribu Ton Beras Impor Bulog Terancam Jadi Disposal, Kerugian Rp 1,2 Triliun
Jakarta, Detikpk -7/8/9/2029 – Lebih dari 100.000 ton beras impor Bulog berpotensi berubah status menjadi disposal pada tahun ini sehingga tidak layak lagi dikonsumsi manusia. Nilai kerugian akibat hal tersebut ditaksir mencapai Rp 1,2 triliun.
Hal itu disampaikan oleh Guru Besar Fakultas Pertanian IPB, Dwi Andreas Santosa, saat ditemui di gedung Ombudsman RI, Selasa (26/8/2025).
Menurut Dwi, stok beras impor yang masih tersisa di gudang Bulog saat ini mencapai 1,7–1,9 juta ton. Stok tersebut merupakan sisa impor tahun lalu yang masuk ke Indonesia pada Februari.
“Jika dihitung sejak masa penyimpanan di negara asal, usia beras tersebut bisa mencapai hampir dua tahun. Dua tahun itu sudah sangat tidak layak sebenarnya dikonsumsi,” ujar Dwi dikutip dari Kompas.com.
Sementara itu, pihak Perum Bulog menyatakan bahwa mereka terus melakukan pengecekan kualitas terhadap stok beras yang tersimpan di gudang. Bulog memastikan hanya beras layak konsumsi yang akan disalurkan kepada masyarakat melalui berbagai program pemerintah.
“Beras yang sudah tidak memenuhi standar konsumsi akan diproses sesuai aturan, termasuk kemungkinan dijadikan disposal untuk kebutuhan non-konsumsi,” ujar salah satu pejabat Bulog saat dikonfirmasi.
Kondisi ini menimbulkan perhatian serius, sebab selain membebani keuangan negara, kualitas beras impor yang menurun juga tidak dapat disalurkan langsung ke masyarakat. Status disposal berarti beras hanya bisa dimanfaatkan untuk keperluan non-konsumsi, seperti pakan ternak atau kebutuhan industri.
(Red)
0 Komentar