PALEMBANG – Detikpk.com -Rama Fitri merupakan Lurah 3/4 Ulu di Wilayah Kecamatan Seberang Ulu (SU) I Palembang, kerap ia juga diketahui membawai 55 RT dengan 13 RW khususnya di wilayah kelurahan 3/4 ulu Palembang, selain itu ia juga kerap di sapa atau di dikenal
sebagai lurah yang humoris dan bersahabat dengan warga. Sabtu 06/09/2025.
Dengan sosok gaya yang santai dalam bergaul, sehingga membuat suasana di kawasan yang dulunya dianggap kawasan ‘ekstrem’ dalam pandangan orang, kini menjadi sebuah kampung wisata anyaman luar biasa kinerjanya.
“Alhamdulillah, perkembangan jaman, pribahasa ‘ekstrem’ hanya tinggal kenangan kini, kondisi 3/4 Ulu keadaan kondusif,” tutur Rama.
Kampung Anyaman merupakan sebuah destinasi wisata di Palembang, tepatnya di tepian Sungai Musi, yang berfokus pada kerajinan dan produk anyaman daun nipah. Di sini, masyarakat dapat menemukan berbagai produk anyaman yang unik dan terjangkau, seperti piring anyaman yang kini banyak digunakan untuk dekorasi cafe dan rumah makan, dan juga bisa menjadi oleh-oleh khas.
Kemudian Lokasi Terletak di Lrg Prajurit Nangyu, RT.04 RW.02, Kelurahan 3/4 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu 1, Palembang.
Selain itu juga Akses Mudah dijangkau dan cocok untuk dikunjungi oleh masyarakat khususnya dari sabang sampai marauke saat akhir pekan, dengan jam buka dari pukul 08.30 hingga 19.00 WIB.
Kampung wisata anyaman ini juga kerap di sapa sebagai tempat pembuatan atau perajin seperti rokok pucuk tampah lidi hingga berbagai macam-macam jenis di produksi oleh kalangan ibu” atau emak-emak yang dapat berpenghasilan sampingan.
Temuan di lapangan awak media langsung menanyakan hal tersebut langsung kepada salah seorang perajin sebut saja Sarada, sudah puluhan tahun menggeluti sampingan ini tampak terlihat ia sedang membuat tampah lidi dari bahan Nipah tersebut di sulap hingga menjadi tampah lidi untuk dijual.
Ucap Sarada di depan awak media salah seorang perajin anyaman pembuatan tampah lidi ia mengatakan kepada awak media Detikpk.com.
“Kalau saya sendiri untuk keseharian ya mengambil upahan seperti nganyam inilah pak kurang lebih sudah puluhan tahun untuk hasil yang di peroleh tidak tentu pak kadang dapat 10 buah dalam satu hari kadang lebih, kadang juga kurang tergantung tenaga saja pak karena tidak terlalu di paksakan juga, jadi misalnya dapat 10 buah uang yang kita terima sekitar Rp. 20.000 ribu rupiah, itu per-hari pak yang kita terima kenapa kita hanya menerima Rp. 20.000 ribu rupiah karena upahnya per-satu tampah lidi itu di bayar Rp. 2000 ribu rupiah pak dan itu sudah Alhamdulillah pak untuk menunjang ekonomi keluarga keseharian suami tetap kerja di tambah kami bantu juga dengan sampingan seperti ngambil upahan anyaman Alhamdulillah sangat terbantu sekali pak Ujarnya Sarada.
Kemudian menjadi sorotan publik sosok Aminudin selaku ketua RW 02 di wilayah kelurahan 3/4 ulu kecamatan seberang ulu 1, saat ia mengatakan tentang hal positif di depan awak media bahwa dirinya sangat mendukung penuh dengan terealisasinya kampung wisata anyaman tersebut,
Jujur saja pak saya Aminudin selaku ketua RW 02 di kampung wisata anyaman ini tentu sangat senang kenapa ?? Karena dengan adanya kampung wisata anyaman hal ini menjadikan pilot projek bagi warga kami untuk berpenghasilan sampingan selagi tidak menggangu aktivitas rumah tangga mereka di persilahkan bagi mereka yang ingin kerja sampingan itu juga suatu hal positif disisi lain bisa membantu perekonomian keluarga ditambah lagi suami mereka tetap kerja kan gitu mereka sama-sama saling mendukung Antara lain tegas pak Aminudin selaku ketua RW 02. Hingga di terbitkan oleh.
Wartawan / Toni Detikpk.com



