Kampar, Detikpk.com – Diduga motif dendam, Ketua Koperasi- SPTI (Serikat Pekerja Transportasi Indonesia) Suryono tewas bersimbah darah akibat dibacok oleh orang tak dikenal (OTK). korban diserang saat tengah tidur di ruang rapat Kantor koperasi-SPTI. Korban dibacok pelaku dibagian belakang paha sebelah kiri saat tengah tidur lelap, Kasikan tapung hulu pagi pukul 18/8/2025 02:30 wib.

Insiden tersebut diduga kuat, ada kaitan dengan kejadian penyerangan yang dilakukan sekelompok orang beberapa hari lalu dikantor Koperasi-SPTI di terantam.

Pada saat penyerangan itu terjadi diketahui ada beberapa Anggota Koperasi-SPTI mengalami luka-luka, diantarnya ada Hendri Marbun yang mengalami luka dibagian kepala atas kuping sebelah kiri karena hantaman batu yang dilayangkan oleh salasatu dari aksi serangan komplotan yang mendatangi kantor koperasi-SPTI tersebut.

Tak hanya itu saja, sebelumnya Alm Suryono pada saat terjadinya aksi penyerangan sekelompok orang beberapa hari lalu itu, alm Suryono mengalami luka memar dibagian perut akibat tendangan bebas dari salasatu komplotan orang yang datang dari arah kasikan menuju kantor koperasi-SPTI Pada tanggal 15/8/2025 14:22 wib.

Atas kejadia itu beliau sempat melaporkan kejadian yang dialami dan anggotanya kepada penegak hukum setempat dipolsek tapung hulu beberapa hari lalu., Namun nasib berkata lain, diwaktu yang berbeda beliau diserang secara mendadak oleh orang tak di kenal pagi pukul 18/8)/2025 02:30 wib. diduga pelaku menggunakan benda tajam jenis parang atau pisau kater

Sebelumnya Korban sempat berteriak minta tolong, kemudian salah seorang teman korban tidur langsung bangun dan memberitahu tetangga untuk mendapatkan pertolongan

korban sempat dilarikan ke Rumah Sakit tandun Namun pihak rumah sakit mengatakan sudah meninggal dunia akibat mengalami penderitaan pendarahan serius.

Kepada awak media Rekan korban menuturkan kejadian tersebut Katanya Korban sempat minta bantu, “tolong… tolong pak Rendi bawa saya ke rumah sakit, saya kesetrum” kata Pak Rendi menirukan korban.

Lanjutanya lagi, “Mendengar korban membangunkan saya lalu saya minta bantu sama tetangga” ungkap pak Rendi Marbun.

Di TKP Pihak Polsek Tapung Hulu, Kanitreskrim Zulkarnaini S,H,M,H., babinkamtibmas Bripka Jasman Heri dan Babinsa Serma A.Y. Zalukhu desa Kasikan terjun cek dilokasi kejadian untuk melakukan olah TKP.

Kepada Awak Media melalui Kanitreskrim Ipda Julkarnaini S,h,Mh., mengatakan ” kami lagi di lapangan bang, nanti kami segera informasikan perkembangan atas kejadian tersebut. Ungkapnya.

Motif pembunuhan tersebut diduga kuat, akibat konflik yang dilakukan sekelompok orang yang ingin merebut bongkar muat pupuk yang saat ini sedang berlangsung.(***)


0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Avatar placeholder

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *