Miris dalam Menyambut hari kemerdekaan Indonesia yang ke 80 Sekaligus perayaan Hari jadi kota Padang Yang Ke 360 yang dihiasi megahnya perayaan,Tapi jauh bertolak belakang Dengan keadaan Daerah Pinggiran kota Padang.

 

Padang – Detikpk.com 11/08/2025. Kisah Sedih jalan menuju  SD 16 Timbalun arah dari perkampungan Kalampayan Loh dan Sekitarnya RT 01/RW 09 .kel Bungus Timur kec Bungus teluk Kabung kota Padang Provinsi Sumbar ,Tanah Yang Sudah  dihibahkan oleh masyarakat kepada pemerintah  untuk pembangunan jalan  menuju sekolah tersebut sampai saat ini masih beton  pondasi nya yang ada dan sudah berlumut, jalan Sekolah SD Tidak juga  kunjung dibangun oleh pemerintah Setempat  Baik itu lurah ataupun  camat nya yang mana gelarnya sampai teli beruk saking panjangnya.

Mereka kelihatan tidak melakukan upaya sedikitpun untuk melakukan pengusulan pembangunan apalagi untuk melaksanakan  pengecoran jalan Tersebut, seakan terkesan diabaikan  Dan tidak ada lagi di pedulikan bahasa Minang nya abo acuh Sae yeh, kemana anggaran miliyaran dalam pertahun nya  tahun dikucurkan pemerintah pusat untuk pembangunan desa tertinggal  patut kita pertanyakan ada apa.

Mungkinkah karena jalan SD 16 Timbalun ini masih daerah terisolir dikota Padang  dan jauh dari jangkauan Sehingga kurang perhatian pemerintah Setempat, kemana lagi rasa keadilan itu kita adukan Sebagai masyarakat kalangan Bawah, tidak adakah pemimpin Di negeri kita ini Yang Tulus dan betul -betul Peduli Terhadap nasib Masyarakatnya  mungkinkah daerah Bungus Timur ini terletak didaerah  Pinggiran kota Padang jadi sebab itu kurangnya perhatian pemerintah kota Padang PEMKO dan dinas terkait  untuk melakukan pengecoran jalan untuk anak Sekolah kita ini tanah Sudah dihibahkan Sebagian untuk pembangunan jalan dan sudah ada pondasi jalan tapi sampai sejauh ini sudah puluhan tahun masyarakat menunggu pengecoran belum juga dilaksanakan, pengusulan pembangunan sudah acap kali dilakukan tapi hasilnya tetap nihil musrembang dianggap angin lalu,

Yang penting usulan camat dan lurahnya yang paling utama tapi realita dilapangan tetap pembangunan berdasarkan usulan masyarakat ,tapi usulan masyarakat mana yang didengar sehingga jalan di daerah kelurahan bungus timur seperti jalan tabek kalampayan loh termasuk jalan menuju SD 16 timbalun ini sudah puluhan tahun tidak pernah lagi tersentuh pembangunan, sampai sejauh ini jalan masih berlumpur dan belum juga diselesaikan sehingga menuai kontroversi di kalangan masyarakat serta tanda tanya  ada apa.  dengan pemerintahan. desa.

Sedangkan permasalah ini sudah berulang kali di lakukan pembahasan  dan pemberitaan yang di lakukan oleh berbagai media, namun hingga kini belum ada tindak tegas pemerintah daerah  bungus bahkan terkesan tidak  perduli  dengan Keadaan masyarakatnya terutama masyarakat yang tingal disepanjang jalan tabek yang meliputi kelurahan bungus timur.

 

Miris memang bila kita perhatikan daerah sekitar pinggir jalan penuh dengan semak belukar jalan yang lumpur bergelombang dan banyak lubang kita kira air laut saja yang bergelombang, sedangkan di bungus timur tepat nya daerah  pinggiran kota padang.

Jalan bergelombang serta  berlubang di mana – mana sudah jelas pemerintah saat ini mereka digaji memakai uang rakyat dan untuk pembangunan Jalan dan infratruktur semua di biayai oleh uang rakyat di seluruh negara  indonesia,

Kenapa pembangunan khusu nya yang berada di desa – desa sangat lah  sulit  luar biasa, salah satu contoh adalah jalan desa  SD 16 timbalun ini yang berada di Kel Bungus Timur.

Kecamatan bungus teluk kabung kota padang provinsi sumbar, yang menginginkan kan perbaikan dan  perhatian  pemerintah Jalan SD 16 ini sudah dilakukan pengecoran ya bukan malah Pembiaran seperti ini yang dilakukan sudah puluhan tahun,

Satu Sak semen pun untuk bahan pembangunan jalan desa pun  tidak pernah dilakukan  oleh pemerintah Setempat miris memang tapi itulah fakta dan kenyataan dilapangan sampai berita ini tayang Senin 11/ 8/ 2025.

Berdasarkan keterangan dari  orang tua Fani salah satu murid SD tersebut  menjelaskan bila datang musim hujan sepatu anak anak kami sudah kotor ,apalagi kalau sudah jatuh di pematang sawah ketika musim tanam , semua buku anak kami pun  basah ,dan keadaan seperti ini Sudah puluhan tahun kami rasakan bakan kami masih SD saja jalan SD 16 ini masih seperti itu juga hingga saat ini belum ada perubahan jalanya masih berlumpur dan Becek

Kami berharap kepada pemko padang serta dinas PU / PUPR  tolonglah pak untuk pembangunan jalan Kami di daerah pinggiran kota Padang ini memang jauh dari kata layak, jangan dikota aja diperhatikan pembangunannya karna kami di daerah pinggiran kota padang ini jauh lebih membutuhkan karna sudah puluhan tahun jalan kami tidak pernah dilaksanakan Pembangunannya.

TIM / Dodi.


0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Avatar placeholder

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *