Viral video via whatsapp pelaku perusak hutan membawa polisi menangkap ekskavator di kawasan hutan

 

Viral video via whatsapp pelaku perusak hutan membawa polisi menangkap ekskavator di kawasan hutan

Pesisir selatan –  Detikpk.com. 13/08/2025. Viral beberapa video via whatsapp beberapa orang diduga pelaku perusak hutan produksi konversi (HPK) di Tapan,kabupaten Pesisir selatan,Sumatra barat membawa polisi menangkap satu unit ekskavator yang sedang melakukan aktivitas di kawasan hutan menjadi sorotan di Tapan ” Maling teriak maling ” Tapan (12/8/2025).

Kasat reskrim dan Tipidter Polres Pesisir selatan melakukan Penangkapan satu unit ekskavator pada hari Kamis tanggal 5/8 , di kawasan hutan di tapan mencuat setelah beberapa video di lokasi terlihat dan terdengar suara pungki memberikan informasi kepada masyarakat luas bahwa ” Ekskavator milik Muklis ketua pemuda Tanjung pondok di tangkap polisi ” Info video dari Pungki.

Dilokasi juga terlihat Riki oknum wartawan lintas P, mencoba menghalangi petugas yang akan evakuasi Ekskavator itu.

Di hari yang sama juga beredar video Bujang inam yang memilih dan menunjukan satu unit ekskavator itu kepada anggota Tipidter polres pesisir selatan.

Ironisnya sebelum kejadian ini Bujang inam sudah baku hantam dengan operator ekskavator Buyung ilel warga Lunang disebut sebut pemilik ekskavator itu anggota polda Sumbar.

Kala itu Bujang inam kesal kepada Malis di mana malis merental ekskavator anggota Polda Sumbar untuk merampas lahan Al-Jufri mantan anggota DPRD kabupaten Pesisir selatan.

Disinyalir ada dendam Bujang Inam kepada Malis, justru Bujang inam salah tunjuk ekskavator yang di tangkap polisi (5/8) pada hari Kamis itu dan dia pun ber pesan kepada operator yang sudah di tangkap polisi ” Nanti kamu bilang pemilik ekskavator ini Malis ” Katanya.

Lanjut pada malam hari Kamis (5/8) masyarakat Tapan mengepung kasat reskrim dan Sitanggang Tipidter polres pesisir selatan di Lunang di mana kasat reskrim akan membawa operator ke mapolres pesisir selatan.

Namun di malam hari Kamis itu polisi kalah jumlah dengan masa yang datang ke Lunang sehingga operator yang sudah di tangkap polisi di bebas kan.

Atas peristiwa seperti ini sehingga mencuat di media sosial beberapa video penangkapan  itu sehingga menjadi sorotan kerana warga setempat menilai pelapor Bujang inam dan kawan-kawan nya dan terlapor Malis sama saja .mereka sama sama pelakunya perusak hutan ” Bujang Inan,Iges, Pungki, Riki Maling teriak maling ” Ujar beberapa warga setempat.

Tim BM/ Dodi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *