Upacara Sumpah Pemuda 2025, Tekankan Persatuan dan Kompetensi Pemuda.
Palembang, Detikpk.com. 28 Oktober 2025 — Menyambut peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-97 tahun 2025, semangat nasionalisme menggema di lingkungan SMA Negeri 14 Palembang. Sekolah ini memastikan akan menggelar upacara bendera pada Selasa, 28 Oktober 2025 pukul 07.00 WIB, dengan mengusung tema nasional “Pemuda-Pemudi Bergerak, Indonesia Bersatu.”
Dalam wawancara bersama awak media, Plt Kepala Sekolah SMA Negeri 14 Palembang Hj. Harry Susanti, S.Pd., M.Si, yang diwakili oleh Waka Humas Hefrin Noviandi, S.Pd, menyampaikan bahwa peringatan Sumpah Pemuda tahun ini menjadi momen penting untuk menumbuhkan semangat persatuan dan cinta tanah air di kalangan generasi muda.
“Makna Sumpah Pemuda tahun ini harus menjadi momentum kebangkitan generasi muda untuk memperkuat persatuan dalam bingkai NKRI, sebagaimana amanat Pancasila sila ke-3: Persatuan Indonesia dan UUD 1945,” jelas Hefrin.
Lebih lanjut, Hefrin menegaskan bahwa SMA Negeri 14 Palembang tidak hanya berfokus pada kegiatan seremonial, tetapi juga berupaya memperkuat karakter dan kompetensi siswa melalui program pembelajaran yang berkelanjutan.
“Hari Sumpah Pemuda tahun 2025 ini mengingatkan kita bahwa pemuda-pemudi Indonesia harus tetap bersatu untuk kemajuan bangsa. Kami ingin menanamkan nilai itu kepada seluruh siswa,” ujarnya.
Selain upacara peringatan, sekolah juga tengah menyiapkan program baru sejalan dengan kebijakan Kementerian Pendidikan, yaitu peningkatan tingkat kompetensi akademik sejak jenjang awal (TKA). Meskipun belum menjadi kewajiban nasional, SMA Negeri 14 menilai pentingnya membangun karakter dan kemampuan anak sejak dini.
“Kalau sekolah kami tetap mewajibkan adanya kompetensi. Para siswa kami berasal dari berbagai suku dan budaya, tapi semuanya harus memiliki kompetensi nasional yang kuat,” tambahnya.
Pihak sekolah juga memastikan bahwa kegiatan akan berjalan khidmat dengan penggunaan seragam reguler hari Selasa, meskipun belum ada instruksi resmi terkait seragam khusus untuk peringatan Sumpah Pemuda.
Menutup pernyataannya, Hefrin menekankan bahwa Sumpah Pemuda bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi juga panggilan moral bagi pelajar untuk memahami arti perjuangan dan persatuan bangsa.
“Kita harus mengambil hikmah perjuangan para pemuda sejak 1928. Walaupun berbeda suku, bahasa, dan budaya — semuanya bersatu dalam satu tanah air, satu bangsa, dan satu bahasa: Indonesia,” tutupnya.
Dengan semangat tersebut, SMA Negeri 14 Palembang siap menjadi bagian dari gerakan nasional dalam menanamkan nilai persatuan dan kebangsaan di kalangan generasi muda.
Rina



