Candipuro – Lamsel, detikpk. com — Masyarakat mempertanyakan kegiatan proyek Embung yang berada di Desa Bumi Jaya, nyaris tidak ada kegiatan sama sekali alias terbengkalai.
Proyek Pengelolaan SDA dan Bangunan Pengamanan Pantai pada Wilayah Sungai (WS) dalam 1 (Satu) Daerah Kabupaten Lampung Selatan, dengan No. Kontrak : 06/KTR/KONS-SDA/DP UPR-LS/APBD/2025 Tgl. Kontrak 23 Juli 2025, Pelaksana oleh CV. Mahardika Abyakta Sentosa dengan nilai Kontrak/Proyek
Rp. 538.712.081,00.
Berdasarkan pemantauan Tim Media kami, sudah beberapa hari lebih dari satu minggu tidak dikerjakan ucap masyarakat setempat yang tidak mau disebutkan namanya kepada media ini, Embung yang seharusnya menjadi harapan untuk pengairan persawahan atau aliran air untuk warga sekitar desa bumi jaya. Justru menjadi sebaliknya, hanya memberi rasa kecewa mendalam, dalam pengerjaan embung tersebut, Sabtu (04/10/2025)
“Pada mulanya kami sangat bersyukur dengan adanya pembangunan embung ini, karena sudah menjadi harapan kami sebagai warga desa Bumi Jaya dan juga petani. Namun, setelah mulai pekerjaan atau pembangunan pada bulan Juli sampai saat ini masih begitu saja tidak ada kemajuan dan juga banyak keganjilan dalam pekerjaan yang kami lihat, pertama berkaitan dengan galian, dari penglihatan kami hanya sebagian yang digali, sehingga kami curigai ini ada indikasi korupsinya, dan tidak sesuai dengan perencanaan.
Warga sangat kecewa, dan menyayangkan kondisi Pembangunan Embung dan Penampung Air Lainnya dalam pengerjaannya tidak sesuai dengan harapan, begitu juga dengan perasaan kecewa kepada pihak Konsultan Pengawas Proyek dan juga pengawasan dari pihak UPT PUPR Kecamatan Candipuro yang tidak ada di lokasi proyek.
Kami selaku media melihat langsung di lapangan pekerjaan embung yang ada di dusun rejo mulyo desa bumi jaya. “Perlu kami sampaikan bahwa pekerjaan Embung di desa Bumi Jaya yang dikerjakan oleh CV. Mahardika Abyakta Sentosa, dengan nilai proyek cukup fantastis dan adanya kegiatan proyek yang ada di dusun rejo mulyo desa bumi Jaya, dari konstruksi yang kami liat pekerjaannya di duga asal-asalan tidak sesuai dengan spek dan sangat memprihatinkan dalam pengerjaan sebelumnya.
Padahal dalam pembangunan atau pekerjaan proyek embung ini sesuai jadwal di mulai bulan juli sampai bulan Oktober 2025 hanya terlihat kayu-kayu di tumpukkan begitu saja di sekitar embung tersebut. Excavator alat berat juga sudah beberapa minggu tidak berjalan seperti biasanya.
“Seharusnya material semen, pasir, batu dan lainnya sudah ada dilokasi tapi sampai saat ini belum kelihatan.” Jelas kami menduga proyek tersebut tidak akan selesai pada waktunya.
Harapan masyarakat kepada Bupati Egi agar Dinas PUPR dan Konsultan Pengawas serta PPK bertanggung jawab menjalankan tugasnya sesuai dengan Tupoksinya masing-masing.
Begitu juga disampaikan oleh warga setempat bahwa pekerjannya kebanyakan orang luar dan tidak memakai tukang atau kenek penduduk sekitarnya, dimana kearifan lokal itu jangan sampai hilang jangan diberdayakan orang luar tapi berdayakan orang setempat yaitu warga Bumi Jaya.
(Komar Tim,detikpk.com)


