TAPING HULU. Detikpk.com – Memasuki ruang kerja Camat Tapung Hulu, Bapak Nuryadi, SE, siapa pun akan langsung disambut oleh suasana yang sangat berbeda. Tidak ada kesan kaku, dingin, atau jarak yang jauh seperti kesan ruang pejabat pada umumnya. Justru, ruangan ini terasa begitu hangat, akrab, dan penuh dengan nuansa persaudaraan.
Di ruangan inilah, berbagai pertemuan dan silaturahmi sering berlangsung. Suasana di dalamnya terasa sangat terbuka. Bapak Camat dikenal sangat ramah, selalu menyambut tamu dengan senyum tulus, dan bersedia mendengarkan dengan sabar.
Tidak ada sekat yang memisahkan antara atasan dan bawahan, maupun antara pemimpin dan masyarakat. Semua duduk berdampingan, berdiskusi layaknya keluarga besar yang sedang berkumpul.
Suasana semakin hidup ketika Bapak Nuryadi mulai berbicara. Suaranya yang tegas namun lembut mampu membuat siapa saja yang mendengarnya merasa tenang dan nyaman. Di tengah canda tawa dan obrolan santai, ia sering menyelipkan nasihat-nasihat bijak yang sangat menyentuh hati.
Di ruangan inilah, ia sering mengingatkan pentingnya menjaga hubungan baik. “Lihat ini, kita duduk sama rendah, berdiri sama tinggi. Silaturahmi harus kita jaga agar tetap langgeng, jangan sampai putus,” ujarnya sering kali dengan nada yang sangat mendalam.
Ia juga kerap mengingatkan tentang bahaya ego. Di ruangan ini, pesan agar tidak membiarkan sifat sombong dan egois menguasai diri sering disampaikan dengan sangat gamblang namun santun.
“Ego itu musuh terbesar. Kalau ego sudah bicara, hati jadi buta, hubungan jadi rusak. Maka dari itu, mari kita selalu merendah, mendengarkan, dan saling menghargai,” begitu pesan yang selalu ia tanamkan.
Ruang kerja Bapak Nuryadi bukan hanya tempat untuk menandatangani berkas atau memerintah, melainkan menjadi ruang dialog yang nyaman. Di sini, aspirasi didengar, masalah didiskusikan bersama, dan solusi dicari dengan kepala dingin.
Suasananya begitu akrab, seolah-olah kita bukan sedang bertemu dengan seorang Camat, melainkan sedang berbincang dengan seorang tokoh panutan atau bahkan seorang ayah yang sedang memberikan nasihat kepada anak-anaknya sendiri.
Inilah wajah kepemimpinan Bapak Nuryadi. Memimpin dengan hati, mendekatkan diri dengan sikap rendah hati, dan menjaga semua orang tetap dalam satu ikatan persaudaraan yang kuat dan harmonis.
Sumber. Pers Keadilan Tapung Hulu.



