Gorontalo, Detikpk.com – Komandan Korem 133/Nani Wartabone, Brigjen TNI Hardo Sihotang, menerima audiensi dari jajaran Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Provinsi Gorontalo, Rabu (5/11). Pertemuan ini membahas percepatan pembentukan dan optimalisasi Koperasi Merah Putih (KMP) sebagai wadah utama dalam memperkuat ekonomi kerakyatan dan memajukan produk unggulan desa di Gorontalo.
Audiensi yang berlangsung di Makorem 133/NW ini merupakan bagian dari dukungan TNI AD terhadap program strategis nasional pembentukan 80.000 KMP di seluruh Indonesia, termasuk Gorontalo.Turut hadir pada pertemuan tersebut Ketua DPD APDESI MP Provinsi Gorontalo Abdul Muis Hilala, S.IP., Ketua Kompakdesi Provinsi Gorontalo Ismail Gobel, SH., Ketua DPC APDESI MP Kabupaten Gorontalo Ramli Lausupu, S.Sos., Sekretaris DPC Kab. Gorontalo Sandra Jafar Biu, S.Ak., serta jajaran Korem 133/NW, termasuk Kasrem Kolonel Inf Parsaoran Sirait, S.A.P., M.M.
Danrem 133/NW menyampaikan apresiasi atas sinergi dengan APDESI Gorontalo dan menegaskan bahwa KMP bukan sekadar badan hukum, tapi pusat penggerak ekonomi desa yang mandiri dan modern.
“Koperasi Merah Putih adalah solusi nyata untuk memberdayakan ekonomi rakyat di level desa. Dengan percepatan pembangunan gerai dan pergudangan KMP, hasil pertanian, perikanan, UMKM, dan produk unggulan desa dapat dikelola dan dipasarkan secara terintegrasi,” ujar Danrem.
KMP diharapkan menjadi rantai penghubung yang memutus tengkulak, meningkatkan nilai tambah produk lokal, serta menjamin harga yang fair bagi petani dan nelayan. APDESI sebagai representasi kepala desa berperan strategis dalam memobilisasi potensi serta produk lokal.
Korem 133/NW berkomitmen mendukung penuh pembentukan badan hukum KMP di seluruh desa Gorontalo, mengawal pembangunan fasilitas bisnis dan pergudangan, serta menumbuhkan semangat gotong royong masyarakat dalam mengelola aset ekonomi bersama.
Ketua DPD APDESI MP Provinsi Gorontalo Abdul Muis Hilala menyambut baik dukungan Korem dan menyatakan kesiapan kepala desa untuk mengawal agar KMP bisa segera beroperasi sebagai motor penggerak kesejahteraan desa.
Pertemuan ditutup dengan kesepakatan untuk menjaga koordinasi intensif demi percepatan pembentukan dan operasionalisasi KMP sesuai target di wilayah Gorontalo.
( Idrak )




