GURITA BISNIS TAMBANG EMAS,NIKEL,HINGGA PASIR BESI,DALAM GENGGAMAN GUBERNUR SHERLY..⁉️

Maluku ,1/11/2025.DetiKPK.com – Gubernur Maluku Utara Sherly Juanda Laos diduga terlibat dalam jaringan bisnis tambang keluarga yang menguasai berbagai izin nikel,emas,dan pasir besi,di wilayah Maluku Utara.

temuan itu”diungkap jaringan advokasi tambang JATAM melalui laporan konflik kepentingan di balik gurita bisnis gubernur Maluku Utara.

JATAM menilai’Sherly bukan hanya pejabat publik’tapi juga berbisnis aktif lewat sejumlah perusahaan,seperti PT Karya Wijaya,PT Bela sarana permai,PT amazing tabara,PT Indonesia Mas mulia, dan PT Bella Kencana.
Kesemuanya itu berada di bawah Bella group milik keluarga Laos Joanda Gubernur Maluku Utara tersebut.

Sejak suaminya Beni Laos meninggal pada Oktober 2024’Sherly menjadi pemegang 71% saham PT Karya Wijaya dan juga direktur serta pemegang 25,5% saham di Bella Group.

JATAM ini juga telah menyoroti izin tambang yang diterbitkan saat masa pilgub 2024,dan diduga tanpa prosedur lengkap’hingga tanpa jaminan reklamasi, konsensi keluarga gubernur Sherly sangat luas sementara pengawasannya lemah kata melky Nahar dari Jaringan Advokasi tambang JATAM.

Akibat aktivitas tambang itu”terjadi defortasi di Pulau Obi,pencemaran air di laut Halmahera Selatan,dan krisis air bersih di Pulau Gebe,JATAM juga menilai rangkap jabatan Sherly sebagai kepala Daerah dan pemilik perusahaan melanggar UU administrasi pemerintah, UU Pemda,serta peraturan KPK tentang konflik kepentingan.

Praktik seperti ini merusak kepercayaan publik terhadap penyelenggara negara tegas Melky Lelaki yang berasal dari jaringan advokasi tambang JATAM tersebut.

Sementara itu pada beberapa jejaringan media sosial juga telah melansir berita tentang sherly Djuanda istri Almarhum Benny Laos yang menjadi Gubernur Maluku Utara Halmahera paskah kematian dan kecelakaan sepeed Boat di Masa-masa kampanye 2024 Lalu.

Hingga berita ini di luncurkan”di Lapangan JATAM dan team KPK,beserta sejumlah jaringan Negara KKN yang menyangkut dengan harta kepemilikan Negara masih terus berupaya melakukan pemeriksaan terhadap kasus dan kekayaan milik gubernur Maluku Utara tersebut.

Reporter. : Ridwan Lumaela.
Kabiro. : Maluku.Maluku tengah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *