Detikpk.com- Ambon Masohi Maluku tengah 14/7/2025.Jalur pendakian menuju Gunung binaya ditutup sementara waktu oleh pemerintah Negeri desa adat kanike Kecamatan seram Utara Kabupaten Maluku tengah pada Jumat tanggal 11 /7/2025.
Penutupan dilakukan melalui proses adat oleh ketua negeri kanike.
Di jelaskan oleh Iwan Lilimau saat dikonfirmasi Detikpk.Com, beliau”selaku ketua Pemuda Negeri kanike
mengatakan”Penutupan sementara itu’ menyusul kejadian meninggalnya salah seorang pendaki puncak Gunung binaya beberapa waktu lalu.
Hingga kini’ telah Tercatat sudah 4 orang meninggal saat pendakian di Gunung binaya setinggi 3.027 Meter tersebut di atas permukaan laut itu.
Sesuai dengan kebiasaan dan tatanan adat yang berlaku kami sebagai penjaga Gunung binaya melihat situasi Gunung binaya sudah memakan korban jiwa sebanyak 4 orang.
Maka dari itu’gunung binaya tidak bisa lagi dikunjungi oleh siapapun juga ungkap Lilimau dan Masyarakat Adat setempat.
Ketika dikonfirmasi oleh detik kpk. Com dia pun meminta para pendaki untuk memahami keputusan tersebut,.
Di sisi lain”terdapat beberapa alasan yang terkait dengan kenamaan sakral di gunung Binaya yang ingin di gantikan Namanya oleh Pemerintah Kabupaten Maluku tengah.
Tentu saja’hal itu sangat bertentangan dengan Adat istiadat setempat”juga Masyarakat Adat Seram Maluku dan sekitarnya.
Diberitakan sebelumnya”kabar duka terakhir di Gunung binaya’yakni pendaki asal Bogor Jawa Barat yang bernama Firdaus Ahmad Fauzi 27 tahun setelah dilaporkan hilang selama 20 hari di puncak Binaya tersebut’dan di temukan Meninggal Dunia(Wafat).
Ketika setelah di lakukan pencarian Jasad Firdaus pendaki puncak Gunung Binaya tersebut di temukan pada kawasan terjal sekitar sungai Yahe pada 17 mei 2025 bulan Lalu.
dan kini jasadnya”telah di kembalikan serta di kebumikan di Bogor’sesuai dengan keinginan sanak keluarga,ayah dan ibunya.
Sesuai dengan keadaan tersebut maka” Pemerintah setempat perlu memahami dan memberikan antusias yang sepenuhnya kepada jalur Gunung Binaya tersebut yang kini di tutup.
Menurut keterangan oleh beberapa tokoh adat dan Masyarakat yang hidup dan tinggal di sekitaran puncak gunung Binaya tersebut”Mereka tidak akan pernah setuju Apabila Nama dan Lembah gunung Binaya di gantikan Namanya hanya di karenakan oleh permintaan beberapa pihak.
Menurut mereka ‘,Gunung Binaya dan Lembah-lembah tersebut telah di Beri nama oleh Leluhur dan Moyang Negeri-negeri Seram Maluku’dan kami hanya di Beri mandat atau kepercayaan untuk tetap menjaga serta merawat tempat-tempat Sakral ini sampai kapanpun.
Hingga saat ini’Belum ada perhatian khusus dari Pemerintah Kabupaten setempat Namun”hal tersebut memang sempat Viral pada beberapa hari di bulan April Lalu.
Menanggapi hal tersebut”TN Manusela juga Bupati dan kepala Daerah DPRD Maluku tengah haruslah benar-benar punya perhatian khusus atas situasi yang terjadi’di karenakan”ini bisa saja memicu berkurangnya pendapatan Khusus dari jalur Pariwisata Daerah Maluku.
Terlebih Lagi jalur dan Lembah yang kemungkinan akan di ganti Nama dari ketetapan Pemoyangan dan Datu-datu Dari orang Seram Alifuru Negeri Maluku,demikian ungkapan Masyarakat adat yang hidup dan tinggal pada sekitaran puncak Gunung Binaya’ketika di Konfirmasi Detikpk.com Penulis Ridwan Lumaela.Kabiro Maluku tengah.




